Liga Indonesia
Soal Wasit Asing, Seperti Ini Komentar Bek Persela Lamongan Zainal Haq
Ini merupakan salah satu cara memberikan edukasi pada wasit lokal yang sering mengeluarkan keputusan kontroversial.
Penulis: Dya Ayu | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | LAMONGAN - Banyak pihak pro kontra terkait rencana operator liga mendatangkan wasit asing untuk putaran kedua Liga 1.
Salah satunya tanggapan dari bek Persela Lamongan, Zainal Haq.
Menurut Zainal rencana PT LIB patut untuk didukung, sebab ini merupakan salah satu cara memberikan edukasi pada wasit lokal yang sering mengeluarkan keputusan kontroversial.
"Itu langkah yang bagus, karena menurut saya, wasit lokal belum ideal ya. Keputusannya sering merugikan si pemain dan terlebih tim, apalagi kalau pas main tandang, itu biasanya tim tamu sulit cari poin disana," kata Zainal Haq, Jumat (21/7/2017).
Mantan pemain timnas U-19 tahun 2009 lalu itu mengharapkan, dengan adanya wasit asing, kualitas sepakbola Indonesia akan lebih baik dan dapat lebih maju dibanding saat putaran pertama.
"Sudah seharusnya Indonesia mendatangkan wasit asing untuk putaran kedua. Semoga yang datang wasit lokal yang benar-benar bagus dan adil. Bukan sama saja," jelasnya.
Sementara Asep Berlian, gelandang bertahan Madura United menilai kedatangan wasit asing untuk putaran kedua Liga 1 ibarat membeli kucing dalam karung.
Sebab dirinya menilai ini suatu hal yang belum diketahui dan belum pernah dialami sebelumnya.
Sehingga tidak logis apabila pemain menilai wasit lokal tidak lebih baik dari wasit asing.
"Jujur ini sulit ya, karena sayapun belum pernah dipimpin langsung oleh wasit asing. Jadi tidak bisa bicara banyak soal gimana-gimananya nanti. Tapi kami sebagai pemain menyambut baik atas kebijakan PSSI sendiri. Yang terpenting tujuannya sama, untuk memajukan sepakbola kita," kata Asep Berlian pada SURYA.co.id, Jumat (21/7/2017).
Asep menilai yang kurang dari kinerja wasit lokal hingga kini ialah kurangnya ketegasan saat memimpin laga.
Sehingga tak jarang keputusan yang diambil sering berubah-ubah tergantung dengan tim yang dipimpin.
"Mungkin kurang tegasnya wasit dalam mengambil keputusan, ini yang masih jadi masalah. Contohnya yang baru-baru ini keributan Irfan Bachdim Bali United lawan Barito Putera. Selebihnya tinggal bagaimana evaluasi dan kinerja wasit dari klub yang menilai," jelas Asep Berlian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/zainal-haq-bek-persela-lamongan_20170721_154843.jpg)