Pengelolaan SMA SMK Belum Jelas, Dana Rp 180 Miliar Akan Dipakai untuk Tambah Laboratorium

Sampai kini, perihal pengelolaan pendidikan SMA dan SMK di Surabaya masih disidangkan di MK. Anggaran Rp 180 miliar pun akan dialihkan ke pos lain.

Pengelolaan SMA SMK Belum Jelas, Dana Rp 180 Miliar Akan Dipakai untuk Tambah Laboratorium
surya/ahmad zaimul haq
Ilustrasi siswa SMA 

SURYA.co.id | SURABAYA - Polemik seputar pengelolaan pendidikan SMA dan SMK di Surabaya yang kini sedang alam proses persidangan di Mahkamah Konstitusi belum berakhir. Akibatnya, anggaran pengelolaan SMA dan SMK yang sudah tercantum di APBD 2017 masih 'ngendon' alias tidak bermanfaat. 

Padahal nilai anggaran itu bukan main besarnya. Rp 180 miliar. 

Karena itu, Pemkot Surabaya memilih untuk mengalihkan anggaran itu ke pos belanja yang lain, yakni untuk membiayai pendidikan SD< SMP, dan TK serta PAUD. 

"Daripada tidak terserap, anggaran itu akan kami alihkan ke penanganan SD, SMP, termasuk TK dan PAUD. Selain itu juga akan kita gunakan untuk penanganan masalah putus sekolah dengan menggenjot pendidikan kejar paket C," ucap Sekkota Surabaya, Hendro Gunawan di Balai Kota, Jumat (21/7/2017).

Menurut mantan kepala Bappeko itu, pengalihan alokasi anggaran itu juga dilatarbelakangi karena tingginya angka putus sekolah yang harus ditangani Pemkot secara cepat. 

Untuk itu Pemkot akan menambah banyak program kejar paket C bagi anak-anak Surabaya yang putus sekolah. Tujuannya agar mereka tetap memiliki ijazah yang setara dengan SMA SMK.

Sedangkan untuk jenjang SD, SMP dan juga TK PAUD, Pemkot akan menyalurkan beberapa program penambahan fasilitas penunjang untuk siswa Surabaya.

"Bentuk program pengalihan pos anggaran ini akan dipakai untuk menambah fasilitas laboratorium, penambahan musholah dan juga penambahan gedung, sekarang sedang disusun," kata Hendro.

Materi pengalihan anggaran ini sedang dibahas bersama badan anggaran di DPRD Kota Surabaya. Usulan sudah disampaikan namun akan diputuskan bersama dalam rapat di DPRD.

Sementara itu Hendro menyebutkan dalam pembahasan rencanngan APBD tahun 2018, anggaran belanja untuk SMA SMK tidak dimasukkan. Dengan pertimbangan akan ngendon lama seperti tahun 2017 ini.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved