Berita Politik

Demokrat Khawatirkan Berbagai Hal ini bila Penerapan Presidential Threshold 20-25 Persen

Alasannya, penggunaan Presidential Threshold dengan berdasar pada hasil pemilu 2014 silam sudah tidak relevan.

Demokrat Khawatirkan Berbagai Hal ini bila Penerapan Presidential Threshold 20-25 Persen
ist/demokrat.or.id
Fandi Utomo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) telah menyetujui Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu pada Kamis (21/7/2017).

Satu di antara isu yang dibahas pada paripurna tersebut adalah penentuan Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan seorang presiden.

Pada poin ini, DPR akhirnya menyetujui pencalonan presiden dapat diusung gabungan partai yang memiliki 20 persen jumlah kursi di DPR dan/atau 25 persen suara sah nasional di pemilu sebelumnya.

Fraksi Partai Demokrat adalah salah satu yang tegas menolak usulan ini. Alasannya, penggunaan Presidential Threshold dengan berdasar pada hasil pemilu 2014 silam sudah tidak relevan. Sehingga, pencalonan presiden dapat dilakukan tanpa menggunakan presidential threshold.

Sebagai bentuk penolakan tersebut, Demokrat bersama tiga fraksi lainnya, yakni Gerindra, PKS, dan PAN, bahkan melakukan aksi walk-out menjelang pengambilan voting.

Selain dianggap tidak relevan, Demokrat menilai ada beberapa implikasi lain yang bisa saja muncul akibat penerapan presidential threshold tersebut.

"Terkait ketentuan dua puluh persen itu, di samping persoalan konstitusionalitas & kebenaran, ada beberapa implikasi lain," ujar anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Fandi Utomo, Jumat (21/7/2017).

Pertama, dengan adanya penerapan ini partai baru dapat dipastikan tak bisa mencalonkan presiden.

"Ini adalah sebuah persoalan keadilan. Bagaimana sebuah partai baru tak bisa mencalonkan presiden mereka," kata anggota Komisi II DPR RI ini.

Kedua, penerapan ini juga ada hubungannya dengan hasil pemilu 2014. Yakni, karena tak ada satu pun partai yang memperoleh 20 persen kursi di DPR RI, dalam kondisi ekstrim bisa saja tak ada satupun capres maupun cawapres yang memenuhi syarat ambang batas ini.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved