Berita Politik

Alasan ini Demokrat Walk Out saat Pembahasan RUU Pemilu terkait Presidential Threshold

Demokrat secara tegas menolak pengambilan keputusan terhadap Presidential Threshold dilakukan melalui voting.

Alasan ini Demokrat Walk Out saat Pembahasan RUU Pemilu terkait Presidential Threshold
ist/demokrat.or.id
Fandi Utomo 

SURYA.co.id | SURABAYA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI). Hasilnya, ada lima isu krusial yang telah disepakati terkait mekanisme pemilihan umum tersebut.

Satu di antaranya adalah soal Presidential Threshold atau ambang batas pencalonan seorang presiden.
Pada poin ini, DPR akhirnya menyetujui pencalonan presiden dapat diusung gabungan partai yang memiliki 20 persen jumlah kursi di DPR dan/atau 25 persen suara sah nasional di pemilu sebelumnya.

Meskipun telah disetujui, pada rapat paripurna yang berlangsung Kamis (20/7/2017) hingga Jumat (21/7/2017) dini hari tersebut, diwarnai aksi walk-out empat fraksi beserta dua pimpinan DPR.

Mereka yang keluar menjelang pengambilan voting tersebut Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Pada penjelasannya, Demokrat memandang penerapan Presidential Threshold seharusnya ada di angka 0 persen atau tidak sama sekali.

Selain itu, Demokrat secara tegas menolak pengambilan keputusan terhadap Presidential Threshold dilakukan melalui voting.

"Demokrat keberatan khusus & hanya terhadap ketentuan Presidential threshold untuk diputuskan melalui voting," ujar anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Fandi Utomo.

Argumen penerapan tanpa presidential threshold ini, menurut anggota Komisi II DPR RI ini, didasarkan pada penjelasan seluruh ahli yang diundang oleh Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu beberapa waktu lalu.

Para ahli menilai bahwa penentuan presidential Threshold dengan menggunakan pemilu hasil legislatif tidak relevan. Apalagi, pemilu legislatif dan presiden rencananya akan dilaksanakan bersamaan.

Sehingga presidential threshold tersebut menggunakan hasil pemilu 2014 silam.

Halaman
12
Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved