Minggu, 19 April 2026

Universitas Muhammadiyah Surabaya Kembangkan Klinik Untuk Pendidikan Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Surabaya membuka UGD 24 jam di klinik Siti Aisyah yang berada di kawasan Pacar Keling, Surabaya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Sulvi Sofiana
Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sukadiono, saat meresmikan UGD 24 jam di Klinik Aisyiah Pacar Keling, Kamis (20/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Universitas Muhammadiyah Surabaya membuka UGD 24 jam di klinik Siti Aisyah yang berada di kawasan Pacar Keling.

Klinik yang dulu dikelola Dewan Pimpinan Cabang Muhammadiiyah ini dibuka kembali oleh UM Surabaya sebagai sarana pendidikan untuk mahasiswa yang program studinya bersinggungan dengan bidang yang ada di klinik. 

Selainitu, dengan pengelolaan ini, diharapkan juga dapat menjadi sumber dana bagi kampus supaya tidak tergantung pada pembiayaan dari mahasiswa. 

Rektor UM Surabaya, Sukadiono mengungkapkan, UGD ini sangat strategis mengingat di kawasan itu masih minim fasilitas pelayanan kesehatan. 

Dia menambahkan, klinik itu ke depannya juga akan dikembangkan menjadi Rumah Sakit Ibu dan Anak.

“Selama ini di klinik tidak pernah dipakai praktik mahasiswa, nantinya akan mengarah ke praktiknya mahasiswa jurusan kebidanan dan lainnya,” ujarnya usai peresmian UGD 24 jam di Klinik Aisyiah Pacar Keling.

Meskipun belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, dikatakan Suko, sapaan akrabnya, beberapa program unggulan diterapkan pada masyarakat kurang mampu. Salah satunya dengan memberikan voucher sehat yang mereka beri nama Vosaku (Voucher Sehat untuk Masyarakat Kurang Mampu).

Voucher ini adalah alat agar masyarakat mendapat pelayanan gratis di klinik. 

Kepala Bidang Pelayanan Medik, dr Enik Srihartati SpKK, mengungkapkan, saat ini klinik tersebut masih sederhana. Namun pelayanan yang diberikan sudah mengarah ke beberapa pelayanan khusus. Malahan, klinik itu juga sudah menyediakan tempat penitipan anak. 

“Saat ini masih bentuk klinik. Nanti dikembangkan ke RSIA untuk pendidikan. Karena menjadi unit UM Surabaya maka akan menjadi tempat pendidikan juga bagi mahasiswa,” jelasnya.

Menurutnya tidak hanya koas, bidan ataupun farmasi yang bisa melakukan penelitian dan praktik di klinik.

Mahasiswa Pendidikan Guru PAUD pun juga bisa melakukan penelitian di sana.

Enik optimis klinik akan cepat berkembang meningat 3 bulan terakhir terjadi peningkatan pelayanan.

“Sekarang yang sudah praktik ada dari siswa SMK Farmasi, kalau nantinya untuk mahasiswa mungkin baru yang semester 6 atau 7 untuk penelitian,kalau kedokteran mulai praktikum saat koas,” ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved