Bupati Sidoarjo Ngotot Ingin Membangun Pengolahan Sampah Bakar

Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, ngotot ingin membangun pengolahan sampah dengan metode pembakaran karena dianggap lebih bersih.

Bupati Sidoarjo Ngotot Ingin Membangun Pengolahan Sampah Bakar
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo 

Wawan menegaskan dalam Keppres itu mengatur kota-kota yang boleh melakukan pembakaran sampah, dan Sidoarjo tidak termasuk.

"Bupati harus mengkaji banyak aspek, terutama legalitas jika ingin membakar sampah," imbuh Wawan.

Wawan menerangkan PS yang cocok di Indonesia masih dengan metode SL. Budaya masyarakat yang masih belum bisa memilah sampah menjadi alasan metode SL lebih cocok.

"Apalagi memang sudah ada dana hibah SL itu. Tinggal dilanjutkan saja," ucapnya.

Metode pembakaran bisa menghasilkan zat berbahaya jika tak dilakukan dengan SOP ketat. Pun biayanya lebih mahal 250 persen ketimbang menggunakan metode SL.

"Kalau bakar diperlukan biaya operasional sekitar Rp 350.000 per ton, sementara SL sekitar Rp 150.000 per ton. Belum lagi pembangunan instalasi PS bakar yang sesuai standar internasional sekitar Rp 4 triliun. Apa APBD Sidoarjo memadai," pungkas Wawan.

Penulis: Irwan Syairwan
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved