Astaga, 16 Persen Balita di Surabaya Masih Kurang Gizi

Dari ratusan ribu balita di Surabaya, masih ada 16 persen balita yang kekurangan gizi. Padahal, Surabaya mendeklarasikan diri sebagai kota layak anak.

ist/antara
ilustrasi balita 

SURYA.co.id | SURABAYA - Meski Kota Surabaya mendeklarasikan sebagai kota layak anak, nyatanya masih banyak balita Surabaya yang kekurangan gizi. Dari sebanyak 210.000 balita di Surabaya, ada sebanyak 33.600 balita yang mengalami gizi kurang. 

Artinya, dari seluruh Balita  yang ada di Surabaya, 16 persennya kekurangan gizi. 

Data ini didapatkan dari hasil evaluasi serapan anggaran dari Dinas Kesehatan di Komisi D DPRD Kota Surabaya.

"Kami kemarin sudah evaluasi, ternyata data terbaru saat ini masih ada 16 persen balita dan anak-anak Surabaya yang masih mengalami gizi kurang," kata anggota Komisi D, Reni Astuti, Minggu (16/7/2017).

Padahal di dalam data itu masih ada sebanyak 86.000 anak usia di bawah dua tahun atau yang berada pada masa seribu hari pertama kehidupan yang membutuhkan perhatian khusus asupan gizinya.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera ini, persoalan gizi kurang ini tidak boleh disepelekan. Sebab jika dibiarkan akan berpengaruh ke pertumbuhan anak ke depannya.

"Dinas Kesehatan harus memantau bukan hanya untuk soal kuantitasnya saja. Melainkan juga kualitasnya," ucap Reni.

Sebab pihaknya juga mendapatkan laporan adanya perubahan sistem penyaluran program pemberian makanan tambahan membuat penurunan kualitas penyaluran.

Salah satunya, disampaikan Reni, sebagaimana yang terjadi di Posyandu di Kecamatan Sawahan. Posyandu mengeluhkan makanan yang sampai ke tempat mereka terkadang sudah bau.

"Dimungkinkan karena ada perubahan, kalau dulu yang menyediakan makana tambahan adalah dari Posyandunya secara langsung. Sedangkan saat ini yang menyediakan adalah dari UKM," ucap Reni.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved