Minggu, 26 April 2026

Single Focus

Hertitage KBS, Ada Rumah Musik untuk Nonik-nonik Belanda hingga Kandang Gorilla

"Baik musik tradisional maupun musik modern di eranya. Di tempat ini juga biasa digelar event besar," kata Humas KBS Laily Widya Arishandi.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
Salah satu bangunan Heritage kandang Gorilla zaman Belanda yang masih utuh. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kebun Binatang Surabaya (KBS) atau Bonbin legendaris di tengah kota ini dibangun pada 1916. Konon tempat ini juga menjadi jujugan Nonik-nonik Belanda menikmati hiburan.

Di dalam KBS terdapat bangunan kuno di era kolonial Belanda, Rumah Musik. Tempat khusus untuk Nonik-nonik itu mendapatkan hiburan.

Di gedung unik berbentuk melingkar itu, cewek cewek keturunan Belanda atau Indo itu biasa melepas lelah. Sambil menikmati hiburan mendengarkan musik di gedung ini.

"Baik musik tradisional maupun musik modern di eranya. Di tempat ini juga biasa digelar event besar," kata Humas KBS Laily Widya Arishandi, Jumat (14/7/2017).

Meski dibangun pada zaman Belanda namun bangunan unik ini masih utuh. Bangunan ini berada di dalam areal KBS. Dari pintu gerbang saat ini ke kiri ke arah kandang Jerapah.

Dalam perkembangannya, bangunan kuno itu dimanfaatkan KBS untuk menambah fasilitas. Lely mencatat pada 2005 lalu bangunan cagar budaya yang masih utuh itu untuk permainan dingdong.

Kemudian pada 2010 lalu, kembali bangunan kuno itu digunakan untuk toko sovenir. Tulisan sovenir ini masih menempel di dinding kayu kokoh rumah musik

"Namun dalam pemanfaatan gedun itu tidak mengubah bentuk bangunan aslinya. Hanya funginya saja yang berubah dari tempat Nonik-nonik melepas lelah," ucap Lely.

Bangunan cagar budaya Rumah musik di zaman Belanada itu berukuran 8 x 8 meter. Tinggi Bangunan melingkar berkaca ini sekitar 5 meter.

Tidak hanya Rumah Musik untuk nonik-nonik. Pengunjung KBS juga dikagumkah dengan bangunan kuno lain. Semua berdiri megah di dalam KBS.

Ada bangunan Menara Pandang setinggi 5 meter. Bahkan bangunan ini sebelumnya saat zaman Belanda di bawahnya ada bunker. Senjata-senjata disimpan di sini.

Sementara menara itu untuk pengintaian dari ketinggian. Sampai sekarang pun di dalam gedung herritage ini masih ada bunker nya. Bangunan tinggi ini luasnya sekitar 3 x 3 meter.

Rencananya, menara ini nanti akan tetap dipertahankan dan akan dijadikan pusat makanan dan minuman. Namun, akan bernuansa herritage dengan sajian kopi atau resto masa kini.

Salah satu pengunjung yang ditemui mengagumi setiap bangunan kuno di dalam KBS itu. "Dari bangunannya sudah tampak kalau itu kuno dan kokoh. Hebat," kata Ensa Ardi Yulianti.

Masih ada bangunan kuno lain yang mencuri perhatian pengunjung karena unik dan kuno. Meski dibangun di zaman Belanda, namun masih sangat kuat.

Seperti bangunan Kandang Makua. Inilah kandang satwa pertama yang dibangun di KBS. Dulu adalah kandang Gorilla.

Bangunan ini sangat luas, panjangnya hingga 26 meter. Lebarnya 25,5 meter. Sekarang jadi kandang bavian mantel (kera).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved