Cross Culture International

224 Peserta akan Diarak Naik Becak Hias dari Taman Bungkul ke Bambu Runcing

Menariknya, pada Minggu (16/7/2017), sebanyak 224 peserta dan partisipan akan diarak dari kawasan Taman Bungkul menuju Tugu Bambu Runcing.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/fatimatuz zahro
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya mengajak warga Kota Pahlawan untuk menjadi bagian dari kemeriahan agenda Surabaya Cross Culture International yang berlangsung Minggu (16/7/2017). Agenda tahunan ini bakal dikemas lebih menarik dan lebih meriah dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Mulai Minggu (16/7/2017) hingga Kamis (20/7/2017), Warga Kota Surabaya bisa menyaksikan langsung ragam kebudayaan berupa kostum dan seni tari-tarian dari beberapa negara dan beberapa daerah di Indonesia.

Kepala Disbudpar Kota Surabaya, Widodo Suryantoro menyampaikan, total peserta Surabaya Cross Culture International tahun ini mencapai 1.260 peserta dari berbagai negara dan kota-kota di Indonesia.

Mereka akan menampilkan kreasi seni bertema Folk Art Festival.

“Untuk tahun ini akan lebih semarak. Apalagi untuk tari-tarian modern, kreasinya selalu berubah-ubah,” jelas Widodo, Kamis (13/7/2017).

Menariknya, pada Minggu (16/7/2017), sebanyak 224 peserta dan partisipan akan diarak dari kawasan Taman Bungkul menuju Tugu Bambu Runcing dengan menaiki becak. Tentunya becaknya sudah dihias sedemikian rupa.

Mereka berasal dari Slovakian, Lithuania, Polandia Kanada, Rusia, China, Thailand juga Guangzhou. Sementara dari Indonesia ada dari Bali, Jawa Barat, Jogjakarta, Aceh, Jakarta dan Surabaya selaku tuan rumah.

“Satu becak dinaiki oleh satu pasangan. Nantinya dari Taman Bungkul, sampai Tugu Kerapan Sapi belok kanan lalu finis di Tugu Bambu Runcung. Nah, di sana mereka akan perform tari-tarian khas masing-masing,” sambung Widodo.

Melalui agenda tahunan ini, Widodo berharap ada dua kemanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat Surabaya. Pertama adanya transfer knowledge dalam hal kreasi kesenian.

“Dengan seniman luar yang punya inovasi bagus dalam seni datang ke sini, kita bisa dapat referensi. Sanggar-sanggar tari juga mendapatkan transfer kreasi seni,” jeals dia.

Dan kemanfaatan berikutnya, agenda Cross Culture ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru di Surabaya. Masyarakat luar kota dan juga mancanegara, jadi punya tujuan baru untuk datang ke Surabaya. Terkait hal ini, Disbudpar bekerja sama dengan pihak hotel dan travel untuk lebih memperkenalkan gaung Cross Culture.

“Cross Culture ini sudah menjadi destinasi wisata. Apalagi kita konsisten menyelenggarakan acara ini. Dan itu tentunya bagus bagi Surabaya,” sambung mantan Kepala Dinas Perdagangan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved