Cupang, Dulu Dikenal Sebagai Ikan Aduan, Kini 'Digilai' Berkat Keindahan Siripnya

Selama ini, ikan cupang dikenal sebagai ikan aduan. Namun di tangan anak-anak muda Tulungagung, ikan ini justru dinilai dari keindahannya.

Cupang, Dulu Dikenal Sebagai Ikan Aduan, Kini 'Digilai' Berkat Keindahan Siripnya
surya/david yohannes
Ikan cupang saat kontes di antara penggemar di Tulungagung. 

Adit dan kawan-kawan sudah tiga kali mengadakan kontes.

"Kontes pertama malah tingkat nasional, tapi yang mengadakan Kewek, seorang pengusaha. Dua kontes selanjutnya tingkat lokal, sepenuhnya dipegang yang muda-muda," tutur Adit.

Saat ini sekitar 20 remaja dan pemuda yang aktif dalam paguyuban penggemar cupang ini. Sementara sisanya aktif di luar paguyuban.

Adit menyebut mereka "free fighter", karena mereka muncul saat diadakan kontes.

Tidak diketahui secara pasti jumlah mereka, namun dipastikan mencapai ratusan.

Sebagian besar penggemar cupang di Tulungagung adalah mantan penggemar burung berkicau.

"Kalau organisasi belum ada, namun sudah dibahas untuk mewadahi semua. Selama ini sulit dibentuk organisasi karena anak-anak muda tidak punya keberanian," tambahnya.

Di Tulungagung, Adit adalah satu dari dua juri kontes cupang. Menjadi juri membuatnya tidak bisa lagi aktif di dalam kontes.

Biasanya ikan peliharaannya dipakai orang lain dalam kontes yang lain.

Dalam penjurian ikan cupang, yang dinilai adalah proporsi tubuh dan mental ikan.

Proporsi tubuh meliputi sirip-sirip, mulai sirip atas, sirip belakang dan ekor.

Sementara mental untuk memastikan ikan mau mengembangkan semua siripnya saat bertemu ikan lain.

"Kalau mentalnya jelek dia tidak mau membuka sirip sama sekali. Biasanya mengujinya dengan mendekatnya ikan lain. Atau menggunakan cermin. Soal warna urusan terakhir," terang Adit.

Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved