Road to Election

Kiai Kampung: Aksi Cak Imin Adalah Contoh Arogasi Politilk

Pernyataan Ketum PKB, Muhaimin Iskandar yang ingin menghambat pencalonan Khofifah Indar Parawansa, disayangkan oleh para Kiai Kampung.

Kiai Kampung: Aksi Cak Imin Adalah Contoh Arogasi Politilk
surabaya.tribunnews.com/Bobby Constantine Koloway
Ketua Forum Komunikasi Kiai Kampung (FK3JT), Fahrur Rozi, membacakan rekomendasi bakal Wakil Gubernur Jatim, di gedung Grahadi, Rabu (14/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) menyayangkan pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, yang ingin menghambat pencalonan gubernur oleh Khofifah Indar Parawansa.

Menurut ketua FK3JT, Fahrur Rozie, hal tersebut merupakan bentuk arogansi politik.

Gus Fahrur mengatakan, meskipun menjabat sebagai ketua partai, Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar, tak selaiknya melakukan intervensi kepada seorang kepala negara. Apalagi, rekomendasi tersebut menyangkut hak demokrasi seorang warga negara.

"Sangat disayangkan tokoh sekelas Cak Imin mengeluarkan statement seperti itu. Sebagai ketua umum, dia seharusnya bisa menjaga sikap," kata pria yang akrab disapa Gus Fahur kepada Surya Minggu, (9/7/2017).

Gus Fahrur menuding manuver mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini adalah trik untuk memuluskan langkah pencalonan kandidat gubernur yang diusung partainya, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"PKB sepertinya mulai panik," ujarnya.

Menurut kiai asal Pasuruan ini, Khofifah merupakan lawan ideal bagi Gus Ipul. Bahkan, berkaca dari kekalahan di dua pilkada sebelumnya, potensi kemenangan perempuan yang kini menjabat Menteri Sosial RI ini sangat besar.

"Untuk pilkada pertama, Khofifah hanya kalah beberapa ratusan ribu suara saja. Kemudian, untuk periode kedua, juga kurang dari dua juta. Angka kekalahan ini kecil dibanding dengan total jumlah pemilih di Jawa Timur, yang mencapai puluhan juta" imbuhnya.

Khofifah dan Gus Ipul memang bukan kali ini saja akan berkompetisi. Di dua pilkada sebelumnya, dua figur yang pernah menjadi Menteri ini juga sudah bertarung. Bedanya, Khofifah berperan sebagai calon gubernur, sedangkan Gus Ipul masih menjadi wakil dari Soekarwo.

Lebih lanjut, Gus Fahrur pun pesimis bahwa Presiden RI, Joko Widodo menyetujui usulan Cak Imin tersebut. "Pak Jokowi merupakan figur yang menghormati demokrasi. Saya pikir, beliau tak akan memaksakan kehendaknya. Apalagi, ini demi kepentingan masyarakat Jawa Timur," sebutnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved