Jumat, 15 Mei 2026

Ingat, Besok Pendaftaran Pemenuhan Pagu Dibuka

Banyaknya siswa yang belum diterima saat pendaftaran PPDB, mendorong Dinas Pendidikan untuk membuka lagi masa pendaftaran. Ingat, besok jadwalnya...

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surya/sulvi sofiana
Kepala Dindik Jatim,Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 telah selesai dilaksanakan. Sayangnya, tidak semua sekolah mendapat siswa sesuai pagu yang dibuka. Untuk itu Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim membuka kembali proses pendaftaran PPDB.

Dalam laman ppdbJatim.net, dijelaskan pemenuhan pagu adalah seleksi penerimaan online masuk SMA/SMK yang pagunya belum terpenuhi pada PPDB SMA/SMK Jawa Timur 2017. Siswa yang diperkenankan mendaftar adalah siswa yang belum diterima baik di pilihan satu maupun pilihan  kedua.

“Siswa yang diterima pada seleksi PPDB SMA/SMK Jawa Timur tidak dapat mengikuti pemenuhan pagu baik sudah maupun yang belum melakukan daftar ulang,” jelas Kepala Dinas Pendidikan Jatim,Saiful Rachman, Sabtu (9/7/2017).

Pendaftaran akan dibuka pada hari Senin, 10 Juli 2017 Pukul 00.00 WIB sampai dengan Selasa, 11 Juli 2017 Pukul 23.59 WIB. Pendaftaran bisa dilakukan dengan menggunakan PIN lama yang dimiliki siswa.

Dalam sehari, sedikitnya 25.108 bangku kosong SMA/SMK akan diperebutkan oleh lulusan SMP/MTs yang belum beruntung mendapat sekolah pada PPDB tahap pertama 3-6 Juli lalu.

Dari total pagu online yang dibuka pada PPDB tahap pertama lalu sebanyak 211.166 kursi, baru terisi sebanyak 186.058 siswa atau 83,62 persen dari kuota.

Kendati demikian, jumlah pendaftar yang masuk pada PPDB tahap pertama bukanlah sepi. Sebab, ada 222.496 siswa yang dari total 256.777 pemegang PIN yang melakukan pendaftaran hingga 6 Juli lalu pukul 00.00.

“Pada tahap pertama kemarin ada 36.438 siswa yang tidak diterima masuk SMA/SMK negeri. Jangan berkecil hati, masih ada sekolah swasta atau mengikuti tahapan pemenuhan pagu besok," sambungnya.

Saiful mengklasifikasikan jurusan SMK yang jenuh dan tidak favorit. Jurusan yang jenuh, lanjut dia, umumnya diminati banyak siswa karena dianggap memiliki peluang kerja yang tinggi. Padahal, pada jurusan tersebut persaingan kerjanya juga cukup tinggi. Sementara jurusan yang tidak favorit seperti pertanian dan kesenian, sejatinya memiliki peluang yang tinggi dalam dunia usaha dan dunia industri.

“Karena itu, SMKN 12 Surabaya yang memiliki jurusan-jurusan langka itu saya minta untuk mendongkrak promosinya agar menarik minat masyarakat,” tutur

Melihat fenomena PPDB Jatim yang menuai banyak persoalan, Mendikbud, Muhadjir Effendy melihat hal ini sebagai fenomena biasa lantaran adanya kebijakan baru. Hanya saja ia meminta perhatian pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan level operasional yang harus dibenahi.

“Kalau masalah pemenuhan pagu, sudah ada edaran menteri yang menghimbau agar aturan dibikin luwes. Yang penting semangat untuk dilaksanakan, pertama tidak boleh ada jual beli, harus ada transparansi,”ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved