Berita Malang Raya

Dua Jambret ini Tertangkap akibat Terjebak Macet Lalu Lintas, begini Kisahnya

Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Purnomo menjelaskan, aksi penjambretan dilakukan dua pelaku tersebut sekitar pukul 22.00 WIB.

Dua Jambret ini Tertangkap akibat Terjebak Macet Lalu Lintas, begini Kisahnya
surya/ahmad amru muiz
Dua pelaku jambret diamankan di Mapolsek Turen Polres Malang. 

SURYA.co.id | MALANG - Ulah dua pemuda, Wahyu Nur Kholis (26) warga kelurahan Dampit kecamatan Dampit dan Junaidi (26) warga desa Amadanom kecamatan Dampit kabupaten Malang keterlaluan.

Ini setelah keduanya ditengah warga sibuk berlebaran namun keduanya nekat melakukan penjambretan handphone milik M Arif (15) warga desa Patuk kecamatan Wajak kabupaten Malang di jalan stadion timur Turen kelurahan Turen, Minggu (25/6) lalu.

Akibatnya dua pemuda pengangguran tersebut kini mendekam di penjara Mapolsek Turen.

Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Purnomo menjelaskan, aksi penjambretan dilakukan dua pelaku tersebut sekitar pukul 22.00 WIB. Dimana dua pelaku dengan berboncengan sepeda motor mendekati korban sambil bermain Hanphone yang dibonceng temannya.

"Setelah dekat pelaku langsung menyambar hanphone milik korban dan melarikan diri," kata Purnomo, Minggu (9/7/2017).

Korbanpun, menurut Purnomo, langsung berusaha mengejar dengan berteriak jambret yang didengar warga di sekitar lokasi. Tak ayal, wargapun beramai-ramai ikut melakukan pengejaran terhada pelaku.

Selain itu, warga juga melapor ke Mapolsek Turen. Petugas Polsek Turen bersama-sama akhirnya melakukan pengejaran terhadap dua pelaku penjambretan. Dalam kondisi jalan yang cukup ramai oleh warga yang sedang berlebaran, membuat dua pelaku yang berusaha kabur akhirnya terjebak di kemacetan lalu lintas dan tertangkap warga.

"Untung saja, dua pelaku yang ditangkap warga tidak sampai dihajar setelah cepat kami amankan," ujar Purnomo.

Saat itu itu juga, tambah Purnomo, kedua pelaku langsung diamankan di Mapolsek Turen.

Keduanya dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Mereka terancam hukuman 9 tahun penjara.

Dan dari tangan keduanya diamankan barang bukti berupa satu handphone merk Politron warna hitam dan satu unit sepeda motor Honda Beat nopol N 5882 AAT yang digunakan untuk menjambret.

Sementara salah satu tersangka, Junaidi mengaku khilaf melakukan penjambretan saat Lebaran.

"Kami menyesal melakukan perbuatan yang tidak pernah ada dalam pikiran sebelumnya," tutur Junaidi di Mapolsek Turen.

Penulis: Ahmad Amru Muiz
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved