Ini Nasehat Ketua MPR di Depan 103 Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia
Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (Puldapii) melakukan Muktamar kali pertama, Sabtu (8/7/2017).
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | SURABAYA - Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (Puldapii) melakukan Muktamar kali pertama, Sabtu (8/7/2017).
Berlangsung di Gedung Asrama Haji, Surabaya pertemuan yang berlangsung siang hari ini dihadiri oleh perwakilan 90 dari total 103 anggota Puldapii di seluruh Indonesia.
Tak hanya pengurus maupun anggota Puldapii, acara ini juga dihadiri oleh Ketua MPR, Zulkifli Hasan, dan Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.
Beberapa fungsionaris Partai Amanat Nasional (PAN) Jatim, juga hadir. Di antaranya adalah Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jatim, Masfuk dan Ketua Fraksi PAN di DPRD Jatim, Agsu Maimun.
Pada sambutannya, Zulkifli mengatakan bahwa Puldapii harus bisa menjadi lembaga yang meningkatkan potensi Islam dalam membangun bangsa.
Menurut pria yang juga menjabat ketua umum PAN ini, satu di antaranya melalui penguatan pendidikan.
"Berhentilah kita silang sengketa terhadap hal yang tidak penting, yang bukan pada substansi. Sebab, ada yang lebih penting dari itu, yakni penguatan pendidikan," sebut pria yang akrab disapa Zulhas ini.
Puldapii melalui lembaga pendidikannya diharapkan dapat menjadi pelopor peningkatan potensi umat. Nantinya, apabila tingkat pemahaman meningkat melalui pendidikan, aspek-aspek lain optimis bisa ditingkatkan pula.
"Sesudah pendidikan meningkat, selanjutnya nilai-nilai luhur masyarakat semakin melekat sesuai dengan jati diri bangsa kita selama ini. Apabila kita bisa menjalankan nilai-nilai bangsa, kita juga akan bisa meningkatkan nilai-nilai luhur bangsa," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Puldapii, Ustadz Yusuf Usman Baisa, menyebut bahwa sejak awal berdirinya perkumpulan, pihaknya memang akan konsen ke bidang pendidikan.
"Sejak awal terbentuknya Puldapii tiga tahun lalu, kami sepakat untuk mengembangkan pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia," jelasnya.
"Alhamdulillah, dari yang awalnya hanya berjumlah sekitar 35 lembaga kini anggota kami berjumlah 103 yang tersebar di seluruh Indonesia. Kami akan membantu peningkatan pendidikan melalui sistem dan dan seminar. Serta, kami juga telah melakukan kegiatan dakwah ke seluruh pelosok Indonesia," pungkasnya.
