Sabtu, 25 April 2026

Sambang Kampung

Ajak Warga Budidaya Ikan Lele, Kelompok Tani Kumis Lele Racik Pakan Sendiri

Selama menghidupi budidaya lele di daerahnya,kelompok tani Kumis Lele di Panjang Jiwo berhasil menciptakan jenis pakan sendiri.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Budidaya Lele kelompok tani Kumis Lele milik warga Panjang Jiwo yang sudah berdiri selama dua tahun, Kamis (6/7). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, cukup potensial memberdayakan kampungnya. Sekumpulan warga disini mendirikan kelompok tani Kumis Lele, yaitu kelompok budidaya ikan air tawar, lele

Dengan memanfaatkan halaman belakang eks Balai Kelurahan Panjang Jiwo, mereka mendirikan petak-petak kolam ikan air tawar untuk budidaya lele.

Uniknya, mereka berhasil membudidaya lele dengan hasil panen ikan yang berkualitas bagus.

"Kelompok tani ini baru berdiri sekitar dua tahun. Awalnya digagas enam orang, tujuannya mengajak warga agar mau budidaya ikan tawar dan memanfaatkan lahan tidur," ucap Yudha Andayana, salah satu penggagas kelompok tani Kumis Lele, Kamis (6/7/2017).

Yudha, begitu ia biasa disapa, menyebutkan, budidaya ikan lele ini banyak dijadikan sarana edukasi. Mulai murid PAUD yang bersekolah di eks balai kelurahan hingga kunjungan dari luar kota. Seperti Makassar, Sidoarjo, dan beberapa kota lain.

"Budidaya ikan tawar bukan hanya konsen pada masalah pakan, melainkan manajemen air. Di sini kami aktif mengontrol untuk kebersihan air," ucapnya.

Bukan sering mengganti air kolam, melainkan dengan menerapkan hukum Archimedes. Dimana kotoran ikan yang mengendap dikeluarkan dulu setiap akan diberikan pakan. Metode ini dikenal sebagai budidaya ikan dengan central drain.

Sehingga, ikan hanya mengonsumsi pakan yang diberikan. Air yang digunakan untuk kolam bisa jernih dan sehat untuk perkembangan ikan lele.

"Ciri-ciri ikan lele yang bagus adalah lendirnya sedikit, dan bawah perutnya berwarna putih. Ikan kami sudah pernah uji lab di Boster Center. Ternyata kualitasnya bagus, bahkan layak ekspor dan dapat sertifikat," papar Yudha.

Ia dan sembilan warga yang aktif dalam budidaya ikan lele ini tidak hanya mengandalkan makanan dari pabrik. Tetapi, juga meracik sendiri makanan untuk budidaya lele mereka.

"Pakannya kami juga buat sendiri, dari tepung ikan, minyak ikan, kedelai, gandum dan suplemen ikan. Mesinnya kami kreasikan sendiri," terangnya.

Langsung Jual

Ketua RT 6 RW 1 Kelurahan Panjang Jiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Ernin, menyebutkan hasil budidaya ikan lele ini dijual. Ada yang langsung disetor ke tengkulak, ada pula yang dijual ke pasar.

"Panennya rata-rata dua bulan hingga dua setengah bulan. Warga juga bisa beli langsung. Berapapun dilayani dengan harga yang lebih murah daripada di pasar," ujar Ernin.

Misal di pasar harga ikan lele per kilonya Rp 21.000, maka di sini Rp 17.000 saja. Sampai saat ini, kelompok tani Kumis Lele sudah memiliki tiga titik tempat budidaya. Tidak jadi satu lantaran keterbatasan tempat.

"Kami berharap usaha ini bisa membawa pengaruh baik untuk warga. Khususnya meningkatkan ekonomi warga," harapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved