Berita Kampus Surabaya
Tim Robot ITS Berangkat ke Bandung, Satria Hafizuddin: Robot Diubah karena Ukuran Bola Berubah
“Kategori Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid tantangannya memang berkembang pesat," ujar Satria Hafizuddin, Ketua tim Ichiro.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Keberangkatan Tim Robotika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), ke ajang Kontes Robot Indonesia (KRI) nasional di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung menjadi langkah besar untuk semua anggota tim.
Salah satunya adalah tim Ichiro, yang mewakili kategori Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid pada ajang tersebut. Satria Hafizuddin, Ketua tim Ichiro bercerita jika langkah besar ini adalah pengalaman berharga menghadapi tantangan kompetisi yang semakin sulit.
“Kategori Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid tantangannya memang berkembang pesat. Misalnya tahun lalu, menggunakan bola kecil, tahun ini sudah menggunakan bola size satu atau standart Viva. Dan lapangannya juga semakin besar, lapangan sintetis seperti lapangan futsal. Karena semakin lama, semakin besar, harus mirip seperti manusia,” kisahnya pada Surya.co.id, Rabu (5/7/2017).
Karena tantangan ini, Satria bersama timnya harus membuat robot yang benar-benar baru, dengan desain baru. Pada kategori KRSBI ini, robot Ichiro bertanding sepak bola dengan lawan dan bertugas memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
“Karena ukuran bola berubah, maka robotnya pun berubah. Tahun lalu 45 cm, tahun ini tinggi robot mencapai 80 cm dengan peningkatan pada prosesing, pandangan lebih luas, perhitungan, gerak, dan kamera yang jauh lebih maksimal,” tambahnya.
Menjawab tantangan ini, tim yang terdiri dari 10 peserta dan satu dosen pembimbing ini rampung meyelesaikan tugasnya. Sebelum melangkah ke KRI Nasional, mereka berhasil menyabet juara 1 pada KRI Regional IV, di Universitas Brawijaya, Malang pada 4e sampai 6 Mei 2017 lalu.
“Ada kerja keras tim, kami benar-benar memulainya dari awal. Kira-kira butuh tiga sampai empat bulan, kini persiapan sudah matang,” katanya yakin.
Wakil Rektor III ITS, Heru Stiawan pada pelepasan Tim Robotik ITS, Rabu (5/7/2017) mewakili Rektor menuturkan yakin timnya akan lolos dan bisa melanjutkan kompetisi Internasional di Kanada tahun depan.
“Saya sudah tidak meragukan kesiapan kalian lagi. Karena saya melihat sendiri bagaimana persiapan yang dilakukan,” kata Heru meyakinkan anggota tim yang besiap berangkat.
Sebagai informasi, Tim Robotik ITS memberangkatkan lima tim untuk memenuhi masing-masing kategori KRI. Kelima robot tersebut yakni RI-Grant pada kategori Kontes Robot Abu Indonesia (KRAI), Al-Jazari pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Beroda, Abinara-1 pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Virose pada kategori Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), serta Ichiro pada kategori Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid.
Dua Kompetisi Sekaligus
Selain mengikuti ajang Robot Indonesia (KRI) nasional di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. Tim Ichiro juga berencana mengikuti ajang Jepang Robocup 2017, dua minggu setelah KRI. Menurut Satria keputusan ini sudah diambil sejak lama, sehingga mereka betul-betul mempersiapkan segala kemungkinan yang ada.
“Iya, hanya tim Ichiro yang berangkat,” kata Satria membenarkan.
Menurut mahasiswa Teknik angkatan 2014 ini, perlombaan KRI dengan Jepang sebenarnya tak jauh berbeda. Baik peraturan dan jenis robot yaitu robot sepak bola. Keiikutsertaan ITS dalam lomba robot soccer humanoid ini adalah cara mereka mempertahankan gelar juara yang sudah mereka genggam bertahun-tahun.
Seperti tred record sebelumya tahun 2016, Robot Soccer Humanoid Ichiro telah mengoleksi kemenangan di Beijing, FIRA HuroCup pada berbagai kategori.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tim-robot-its-berangkat_20170705_224956.jpg)