Rabu, 15 April 2026

Berita Surabaya

DPRD Kota Surabaya Minta Bopda Sekolah Swasta Ditambah, Asal Mau Lakukan Ini

Politisi PKS ini meminta agar Dispendik memastikan semua SMP swasta memenuhi kuota lima persen kursinya untuk siswa miskin.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
tribunnews.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Reni Astuti meminta Dinas Pendidikan Kota Surabaya mengontrol 285 SMP swasta dalam pendaftaran peserta didik baru, khususnya jalur mitra warga.

Politisi PKS ini meminta agar Dispendik memastikan semua SMP swasta memenuhi kuota lima persen kursinya untuk siswa miskin.

Ini lantaran masih ada sebanyak 1.500 siswa dari keluarga miskin yang belum mendapatkan sekolah.

"Harus dikontrol benar. Kalau bisa dibantu cek untuk mengisikan sebanyak 1.500 anak yang belum dapat sekolah itu ke 285 sekolah swasta yang ada," ucap Reni pada SURYA.co.id, Rabu (5/7/2017).

Bahkan ia meminta Dispendik untuk membersikan apresiasi lebih pada sekolah swasta.

Seandainya sekolah swasta tersebut menerima murid lebih dari yang disyaratkan yaitu lima persen.

Hal tersebut agar juga memberikan pemacu sekolah agar mau memasukkan siswa miskin ke lembaganya.

"Pemkot melalui Dispendik bisa memberikan apresiasi, dalam bentuk bantuan operasional daerah (Bopda) yang lebih, sesuai dengan jumlah siswa miskin yang diterima," ucapnya.

Agar tidak memberatkan sekolah. Ini lantaran semua siswa miskin yang diterima dari jalur mitra warga digratiskan biaya pendidikannya dan dibebaskan dari semua iuran sekolah.

"Saya juga meminta agar database Dispendik untuk siswa miskin dipakai untuk sinkronisasi siswa yang belum dapat sekolah," ujarnya.

Kepala Dispendik Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, saat ini Dispendik sudah membuka posko untuk informasi penerimaan siswa baru. Termasuk jalur mitra warga di sekolah swasta.

"Sudah ada kalau posko informasi. Orang tua yang butuh penjelasan bisa datang ke Dispendik untuk kami arahkan," ucapnya.

Begitu juga database siswa miskin di Surabaya sudah ada dan akan dipergunakan untuk membantu penempatan siswa miskin.

"Data siswa miskin yang sudah ada di kami akan kita cocokkan. Siswa yang belum dapat sekolah akan kita bantu ke sekolah swasta yang paling dekat dengan rumah tinggalnya," ucap Ikhsan.

Sebab jika hanya asal masuk di sekolah swasta yang jauh dari tempat tinggal, maka menurutnya akan menambah masalah untuk siswa.

"Kalau jauh nanti malah butuh tambahan uang transport. Maka kami akan carikan yang paling dekat dengan tempat tinggal," ucap Ikhsan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved