Jelang Pilgub Jatim 2018

Giliran Nasdem Usulkan Pendamping Khofifah, ini Nama yang Diusulkan

Ada dua kelemahan Khofifah, menurut Muzammil. Pertama, Khofifah dianggap belum memiliki pengalaman cukup di bidang birokrat.

Giliran Nasdem Usulkan Pendamping Khofifah, ini Nama yang Diusulkan
foto: twitter
Hasan Aminuddin 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah sebelumnya partai Gerindra mengusulkan figur pendamping Khofifah, kini giliran Nasdem yang juga tak ketinggalan melakukan hal yang sama. Dewan Pengurus Wilayah (DPW Nasdem Jatim menyebut nama Hasan Aminuddin sebagai figur yang cocok mendampingi perempuan yang kini masih menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini.

Hal ini diutarakan oleh ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW Nasdem Jatim, Muzammil Syafi'i.

Menurutnya, apabila nantinya Khofifah benar mendeklarasikan diri sebagai bakal calon gubernur, perlu ada figur yang bisa "menambal" beberapa kekurangan perempuan yang juga menjabat ketua Muslimat NU ini.

Ada dua kelemahan Khofifah, menurut Muzammil. Pertama, Khofifah dianggap belum memiliki pengalaman cukup di bidang birokrat. Kedua, basis dukungan Khofifah juga belum merata di seluruh pelosok provinsi Jawa Timur.

"Sosok Pak Hasan, kami pandang sebagai figur yang bisa menutup kelemahan ibu Khofifah," ujar Muzammil kepada Surya. co.id

Alasan pertama, Hasan yang merupakan mantan bupati Probolinggo dua periode (2003-2013) dianggap kenyang pengalaman di dunia birokrasi. Berbagai terobosan yang dibuat pria yang kini menjadi anggota DPR RI ini telah terbukti membuat Probolinggo menjadi salah satu kabupaten maju di Jawa Timur.

Tak hanya itu, atas berbagai prestasi itu pula, Hasan juga dianggap masih memiliki pengaruh dengan basis dukungan yang kuat.

Selain terbukti terpilihnya kembali Hasan sebagai anggota dewan, istri Hasan (Puput Tantriana Sari), juga dipercaya memangku jabatan bupati Probolinggo, penerus Hasan.

"Pendukung Pak Hasan di timur sangat kuat. Mulai Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, bahkan hingga Banyuwangi," puji Muzammil.

Sehingga, komposisi Khofifah-Hasan, menurut Muzammil merupakan paduan yang paling relevan untuk menjegal calon lain pada pilkada mendatang.

"Seandainya Ibu Khofifah mau berpasangan dengan Pak Hasan sejak pilkada 2013 lalu, maka pasangan inilah yang menang," pungkas Muzammil percaya diri.

Ide pencalonan Nasdem ini disinyalir tak mudah untuk diwujudkan. Sebab, selain Nasdem, Gerindra juga memiliki hasrat yang sama untuk menempati posisi Jatim 2.

Sebelumnya, Gerindra Jatim mengusulkan nama ketua DPD Gerindra, Soepriyatno, sebagai bakal calon wakil gubernur pendamping Khofifah.

Apabila dilihat dari perolehan jumlah kursi di DPRD Jatim, posisi Gerindra dianggap lebih memiliki nilai tawar.
Berdasarkan hasil pilkada lalu, Gerindra menempati posisi ketiga dengan 13 kursi.

Sedangkan Nasdem berada di urutan kesembilan dari sepuluh partai yang masuk di DPRD Jatim dengan hanya menempatkan empat perwakilan.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved