Hukum Kriminal Surabaya

24 Kali Menjambret, Pria ini selalu Pilih Perempuan Korbannya, lalu Waktunya Sore hingga Malam Hari

Bersama kelompoknya tersangka ini sudah sebanyak 24 kali melakukan penjambretan dalam kurun tiga bulan.

24 Kali Menjambret, Pria ini selalu Pilih Perempuan Korbannya, lalu Waktunya Sore hingga Malam Hari
surya/fatkhul alami
BARANG BUKTI - Kapolsek Genteng Surabaya Kompol Yhogi Hadi Setiawan (kiri) dan tersangka Syahlan menunjukkan barang bukti dari hasil kejahatan tersangka di Mapolsek Genteng, Senin (3/7/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelarian Syahlan (22) dari kejaran tim Anti Bandit Polsek Genteng Surabaya berakhir. Pemuda asal Jl Krembangan Jaya Surabaya ini dibekuk setelah terlibat aksi penjambretan di 24 tempat kejadian perakara (TKP).

Tersangka Syahlan digulung tim Anti Bandit, setelah dua temannya satu komplotan
lebih dulu ditangkap dan kasusnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Bersama kelompoknya tersangka ini sudah sebanyak 24 kali melakukan penjambretan dalam kurun tiga bulan terakhir ini. Setiap kali beraksi, tersangka selalu memilih perempuan sebagai korban dan beraksi sore hari juga tengah malam.

“Modus yang dilakukan pelaku memepet dan selanjutnya merampas tas korban dengan paksa saat korban mengendarai sepeda motor," sebut Kapolsek Genteng Surabaya, Kompol Yhogi Hadi Setiawan, Senin (3/7/2017).

Sebanyak 24 TKP yang dilakukan tersangka Syahlan dkk, kata Yhogi, antara lain di Jl Undaan, Indrapura, Demak Taman Apsari, Margomulyo, Mayjend Sungkono, Yos Sudarso, Teluk Nibung, Karang menjangan, Raden Saleh, Baluran, Wijaya Kusuma, Pemuda, Pahlawan dan Panglima Sudirman Surabaya.

"Kami terus melakukan pemeriksaan dan pengembangan kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan masih ada TKP lain yang dilakukan tersangka," ucap Yhogi.

Dari penangkapan tersngka Syahlan, polisi mengamankan barang bukti empat buah tas perempuan. Dia terancam mendekam dalam penjara selama 7 tahun.

Di hadapan petugas, tersngka Syahlan mengaku jika dirinya terpaksa menjambret lantaran butuh uang karena tdiak bekerja. Selanjutnya, hasil curian dipakai untuk taruhan bermain biliyar.

“Kebanyakan dapat HP (handphone) dan dijual ke pasar maling Wonokromo dan Pasar Turi. Tapi uang habis untuk taruhan main biliyar," aku tersangka Syhalan.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved