Minggu, 12 April 2026

Sistem Zonasi Jadi Rekomendasi Awal Pendaftaran PPDB SMA

Kepala Dinas Pendidikan Jatim menegaskan, tidak ada penambahan poin maupun persentasi dalam sistem zonasi di PPDB SMA dan SMK kali ini.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Eben Haezer Panca
surya/sulvi sofiana
Kepala Dindik Jatim,Saiful Rachman 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbagai perubahan prosedur dalam laman PPPDB Jatim telah dilakukan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim.

Kepala Dindik Jatim, Saiful Rachman menegaskan, ranking yang ditetapkan untuk PPDB SMA memang tidak ada penambahan poin maupun persentase dalam zona. Pelaksanaan PPDB tahun ini tetap akan mengacu sistem zonasi.

Setiap siswa yang akan mendaftar SMA, secara langsung akan mendapat rekomendasi untuk memilih sekolah dalam zonanya. Jika tujuan sekolah itu tidak ada dalam zona, maka siswa bisa memilih sekolah lain di luar zona.

“Sesuai juknis alternatif pilihan tetap tiga. Tapi semuanya ada satu pilihan yang tetap dalam zona,” tegasnya.

Tiga alternatif pendaftaran tersebut antara lain, pilihan satu dan dua dalam zona.

Alternatif kedua pilihan satu dalam zona pilihan kedua luar zona.

Dan alternatif terakhir pilihan pertama luar zona dan pilihan kedua dalam zona.

“TIdak akan ada penumpukan, karena pertimbangan nilai mereka akan kembaali ke zonanya,” tuturnya.

Saiful mencontohkan, sebaran nilai UN 300 – 400 di Surabaya diperoleh 3.071 siswa. Jika pagu dua sekolah yang difavoritkan hanya mampu menampung sekitar 600 pendaftar, maka 2.400 siswanya tetap akan menyebar ke sekolah lain dalam zonanya.

“Memang tidak adil jika siswa dengan nilai bagus mendapat sekolah di pinggiran. Tetapi kami akan berupaya memperbaiki sekolah pinggiran untuk menerapkan sistem zonasi sepenuhnya tahun depan,” pungkas dia.

Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dindik Jatim Ema Sumiarti menambahkan, pendaftar yang masih belum memiliki PIN untuk mendaftar masih bisa mengurus PIN hingga menjelang masa pendaftaran berakhir. Yakni pada 6 Juli pukul 14.00.

Perpanjangan ini dilakukan karena pengambil PIN sejauh ini masih mencapai 251.838 siswa. Sementara jumlah tahun ini jumlah lulusan sekitar 400 ribu siswa SMP/MTs.

“Tetapi itu dikurangi dengan siswa yang memilih sekolah di swasta atau pindah ke provinsi lain,” pungkas Ema

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved