Bisnis

Konsumsi Bensin Saat Lebaran di Jatim Naik 24 Persen

Selama arus mudik dan arus balik lebaran, penjualan bensin di wilayah Jatim mengalami lonjakan drastis. Ini kata Pertamina

Konsumsi Bensin Saat Lebaran di Jatim Naik 24 Persen
surya/sugiharto
Petugas SPBU Portable mengisi BBM di Tol Surabaya - Mojokerto 729 Km +600, Rabu (21/6/2017). Penyediaan SPBU Portable di jalan tol fungasional ini untuk melayani para pemudik yang melintas mengingat jalan tol tersebut tidak terdapat spbu permanen. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Selama arus mudik lebaran dan arus balik, PT Pertamina (Persero), Marketing Operation Region V Jatim Bali Nusa Tenggara (MOR V Jatim Balinus), mencatat ada kenaikan penjualan bensin. 

Untuk wilayah Jatim, bensin yang meliputi Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertalite, mengalami kenaikan sekitar 24 persen diatas konsumsi normal. 

"Hal itu terjadi mulai dari H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran," jelas Heppy Wulansari, Area Manager Communication and Relation PT Pertamina MOR V Jatim Balinus, Minggu (2/7/2017).

Sementara itu, konsumsi normal rata-rata mencapai 12.032 kiloliter/hari. Pada masa lebaran naik menjadi rata-rata 14.942 kiloliter/hari.

Secara prosentase, Peningkatan tertinggi terjadi pada produk Pertamax yaitu 42 persen diatas normal, disusul pertamax turbo sebesar 34 persen dan Pertalite 27 persen. Premium hanya mengalami kenaikan sebesar 6 persen.

Untuk produk gasoil, seperti solar, pertamina dex dan dexlite, Heppy menyebutkan, secara umum mengalami penurunan hingga 34 persen.

"Penurunan ini dipengaruhi secara signifikan oleh konsumsi solar yang turun sebesar 35 persen. Konsumsi normal 5.105 kilokiter/hari, selama masa lebaran menjadi 3.310 kiloliter perhari," ungkap Heppy.

Penurunan itu terjadi karena adanya pembatasan operasional kendaraan truk, sebagai pengguna mayoritas gasoil selama arus mudik, Lebaran, dan balik. Meskipun demikian untuk pertamina dex dan dexlite mengalami peningkatan konsumsi masing2 sebesar 26 persen dan 24 persen diatas normal, namun secara volume masih jauh dibawah solar.

Sedangkan untuk konsumsi LPG 3 kg mengalami peningkatan sebesar 16 persen seiring dengan penambahan penyaluran yang diberikan pada saat menjelang lebaran dan menjelang lebaran ketupat.

Secara volume besarannya mencapai 105.635 metrik ton. Untuk LPG non subsidi mengalami peningkatan 6 persen dari konsumsi normal. Secara volume sekitar 6.500 metrik ton.

"Kami berterimakasih kepada seluruh pemerintah daerah/instansi, aparat, perbankan dan hiswana migas atas kerjasama yang baik sehingga penyaluran bbm dan LPG pada masa Lebaran di wilayah Jawa Timur berjalan dengan lancar," lanjut Heppy.

Sedangkan untuk stok, BBM dan LPG di wilayah jatim dalam kondisi aman, dan pada minggu ini, diprediksi konsumsi sudah kembali normal.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved