Rasa Manis Gurih dan Pedas Bandeng Asap Surabaya Selalu Bikin Kangen
Sisa Libur lebaran dimanfaatkan pemudik untuk berburu kuliner khas kampung halaman. Salah satunya, ikan bandeng asap yang katanya selalu bikin kangen.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Sisa libur lebaran dimanfaatkan oleh para pemudik, salah satunya untuk berburu kuliner dan oleh-oleh khas kampung halamannya.
Seperti yang terlihat di Pasar Genteng, Sabtu (1/7/2017). Sejumlah toko oleh-oleh di sana dipadati oleh konsumen.
Salah satunya di Toko Sudi Mampir. Banyaknya varian oleh-oleh yang disediakan membuat wisatawan mudah untuk memilih. Namun ternyata ada satu oleh-oleh yang paling banyak dicari pengunjung. Yaitu makanan khas Surabaya, bandeng asap.
Sofi Fitriyati di antaranya. Ia dan suami tampak sibuk memilih bandeng asap yang sudah dimasukkan dalam kotak. Warga Jakarta ini memborong sampai delapan kotak ikan bandeng asap.
"Saya asli Surabaya tapi sudah lama tinggal di Jakarta. Kalau ke Surabaya selalu kangen sama bandeng asap. Makanya mau beli banyak, request keluarga besar juga," ucapnya.
Baca: Liburan Hampir Usai, Penjual Oleh-oleh Khas Surabaya Panen Penjualan
Ia menyebutkan, memang di daerah lain ada juga menu bandeng asap. Namun menurutnya beda dengan yang asli dari Surabaya. Rasanya masih juara dibandingkan dari Sidoarjo atau daerah lain.
"Lebih gurih dan bumbunya manis dan pedas itu yang selalu dicari," ujarnya.
Untuk memperoleh bandeng asap di gerai toko yang berdiri sejak tahun 1970 an ini, disesuaikan dengan berat bandeng yang dibeli. Sebab hitungannya Rp 120 ribu per kilogramnya. Sedangkan satu ekor bandeng asap rata-rata beratnya satu hingga 1,5 kilogram.
"Selain bandeng asap juga ada otak-otak lalu juga banyak pilihan oleh-olehnya," imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Resha Andria, pengunjung asli Sumedang. Lantaran mendapat libur cukup panjang, ia menyempatkan pulang ke Surabaya, ke rumah nenek di bilangan Sawahan.
"Kalau saya suka otak-otaknya. Sama lapis Surabaya. Buat oleh-oleh keluarga," ujarnya. Ia harus membawa sampai dua kardus oleh-oleh dari Surabaya.
Menurutnya, banyak resep kue lawas yang menjadi favoritnya jika di Surabaya. Memang seperti kue spiku atau lapis Surabaya juga ada di daerah lain, namun jika di Surabaya rasanya lain.
"Ada legitnya dan lembut," komentarnya.
Sementara itu pengelola gerai oleh-oleh Sudi Mampir, Rofii, menyebutkan untuk ikan asap memang masih menjadi favorit. Oleh-oleh tersebut dibuat langsung dengan resep turun temurun.
"Bumbunya sederhana, setelah ikan di asap, tentu ada rasa asap yang khas. Kalau sausnya dibuat dari petis bawang putih sama cabai yang banyak," ucap Rofii.
Untuk menu ikan asal ini, pemilik toko bisa sampai membuat 180 ikan asap setiap harinya dan selalu habis. Terutama di momen peak season lebaran seperti ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pusat-penjualan-oleh-oleh-khas-surabaya-diserbu-pembeli-jelang-berakhirnya-libur-lebaran_20170701_202603.jpg)