Breaking News:

Bisnis

Suparma Diuntungkan Harga Minyak Dunia

Selama kuartal pertma tahun ini, SPMA diuntungkan oleh harga minyak dunia yang menyebabkan penjualan kertas meningkat.

bisnis sumatra
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Membaiknya harga minyak dunia membuat harga penjualan produk kertas PT Suparma Tbk mengalami peningkatan.

Selama Januari hingga Mei 2017, harga naik sekitar 4 persen. Dari kenaikan itu mengerek kenaikan penjualan bersih perseroan menjadi 4,8 persen.

"Kinerja penjualan bersih meningkat, disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas selama Januari hingga Mei 2017 yang naik 4 persen dibanding periode yang sama tahun 2016 lalu," jelas Hendro Luhur, Direktur Independen PT Suparma Tbk, Jumat (30/6/2017) usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Surabaya.

Lebih lanjut, Hendro menyebut pencapaian penjualan bersih ini setara dengan 93,5 persen dari target penjualan bersih perseroan di akhir tahun 2017 yang mencapai Rp 888 miliar.

Selain mengalami peningkatan penjualan bersih, perseroan berkode emiten SPMA itu juga melakukan peningkatan kualitas produksi dengan tidak membagikan laba bersih tahun 2016 yang mencapai Rp 80 miliar. Peningkatan kualitas itu dengan memaksimalkan mesin produksi kertas dan efisiensi.

"Karena kami melihat likuiditas di pasar keuangan masih ketat. Sehingga kami memilih laba untuk dimanfaatkan sebagai pengembangan usaha dan invetasi baru," tambah Hendro.

Sementara itu, langkah strategis di tahun 2017 ini, dengan target penjualan bersih naik 10 persen dari tahun 2016 yang mencapai Rp 1,932 miliar, SPMA melaunching logo baru pada 8 Juni 2017 lalu.

"Logo lama berupa gambar roman warrior (prajurit Romawi) telah berganti logo lipatan kertas dan gunung. Yang artinya industri kertas kami bisa tumbuh hingga puncak gunung. Apalagi saat ini, komisaris kami ada anak mudanya, sehingga ada semangat baru setelah logo lama yang kami pakai sejak tahun 1965," tambah Edward Sopanan, Direktur PT Suparma Tbk.

Terkait strategi penjualan, Edward menyebutkan pihaknya juga menyasar segmen rumah sakit, perhotelan, restaurant dan kafe di tahun 2017 ini untuk produk hand towel tissue.

"Produk ini kami agresifkan untuk pasar itu karena pasar hotel, restaurant, dan rumah sakit sudah meningkat. Selain tetap maksimalkan penjualan kertas duplex yang kontribusinya masih besar," tandas Edward.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved