Breaking News:

Citizen Reporter

Cosplay Indonesia Berbusana Lurik, Keren Gitu Loh

cosplayer Indonesia harus bangga karena kini ada pilihan cosplay asli besutan anak negeri, dari Garudayana hingga Bima Ksatria Garuda berbusana lurik!

ahlam aliatul rahma/citizen reporter
Tiga superhero lokal Indonesia berbusana lurik 

Reportase Ahlam Aliatul Rahma
Mahasiswa Universitas Negeri Malang

SELAMA ini cosplay di Indonesia didominasi karakter dari anime atau film tokusatsu asal Jepang. Padahal di Indonesia sendiri, terdapat karakter superhero dari komik dan film tokusatsu produksi anak negeri.

Komik Garudayana dan film tokusatsu Bima Ksatria Garuda adalah contohnya. Meski demikian, cosplay ala Indonesia belum banyak diminati dan diketahui masyarakat, pun cosplayer Indonesia sendiri.

Merespons hal itu, Maulida  Agustin, Dwi Rahayu, dan Kana Fitrotul melakukan terobosan baru untuk cosplay Indonesia. Terinspirasi karakter komik atau film tokusatsu asli Indonesia, dikenalkan costumik, yakni produk cosplay yang mengambil karakter tokoh pada komik dan film tokusatsu Indonesia.

Khususnya komik Garudayana dan serial Bima Ksatria Garuda serta memasukkan konten lokal berupa kain lurik Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) pada desainnya.

Kain lurik ATBM merupakan kain tradisional Indonesia yang mulai langka. Umumnya lurik digunakan pada upacara kraton dan ritual keagamaan. Oleh karena itu, pengaplikasian konten lokal pada desain costumik ikut mendorong pelestarian kain lurik ATBM sebagai warisan budaya  Indonesia, karena otomatis meningkatkan nilai guna dan ekonomi kain lurik.

Ada dua jenis lurik yang digunakan, yaitu Klenting Kuning dan Klenting Merah. Lurik Klenting Kuning diaplikasikan pada desain cosplay Gatotkaca dan Kirana, dua karakter dalam komik Garudayana.

Sedangkan lurik Klenting Merah diaplikasikan pada desain cosplay Bima Ksatria Garuda. Meskipun memasukkan konten lokal berupa lurik, desain yang dibuat sangat modern dan segar.

Sejauh ini, tiga mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) tersebut telah mengenalkan costumik kepada pecinta cosplay dengan mengikuti berbagai even, seperti Comicamp 2017, J-Coshokai, dan East and West di Malang serta melakukan publikasi secara online.

Hasilnya, costumik berhasil menarik perhatian banyak cosplayer di Malang yang sebelumnya belum familiar dengan cosplay Indonesia.

Hadirnya costumik diharapkan dapat mendorong industri kreatif dalam negeri agar semakin tumbuh dan inovatif dengan mengolaborasikan budaya lokal dan budaya popular modern serta dapat bersaing di pasaran. Eksplorasi lurik ATBM, selain mendukung upaya pelestariannya juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved