Breaking News:

Penangkapan Terduga Teroris

Aktivitas di Rumah Terduga Teroris Sahrul Kembali Normal, Istri Yakin Suaminya Tidak Bersalah

Ny Sahrul sempat memberi sedikit keterangan bahwa suaminya akan baik-baik saja. Selain itu ia juga yakin kalau Sahrul tidak terlibat terorisme.

Penulis: Benni Indo | Editor: Parmin
surya/hayu yudha prabowo
Personel Brimob berjaga saat pengeledahan rumah kontrakan terduga teroris berinisial SM di Jalan Wijaya, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Senin (19/6/2017). 

SURYA.co.id | MALANG - Pasca digeledah petugas, kini rumah Sahrul Munif, terduga teroris di Jl Wijaya 11 A, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singasarai, Kabupaten Malang kembali terbuka seperti biasa. Di rumah itu, Sahrul dan istrinya membuka usaha jual baju.

Pantauan.co.id di lokasi, pintu rumah sahrul terbuka. Di depan pagar rumahnya, beberapakali sepeda motor datang parker dan pergi. Orang juga keluar masuk dari dalam rumah.

Terlihat aktivitas jual beli baju. Sekitar delapan orang berada di dalam rumah. Mereka melihat-lihat pakaian yang dijajakan istri Sahrul.

Seorang perempuan pergi ke belakang untuk memberi tahu pemiliki rumah yang sedang bertransaksi dengan pembeli. Tak lama kemudian, istri Sahrul datang menyambut.

“Maaf mas, saya sedang banyak tamu. Juga ada keluarga yang datang, sekarang sedang berada di belakang,” kata Ny Sahrul yang menolak memberi tahu nama lengkapnya, Selasa (20/6/2017).

Namun, Ny Sahrul sempat memberi sedikit keterangan bahwa suaminya akan baik-baik saja. Selain itu ia juga yakin kalau Sahrul tidak terlibat dalam upaya terorisme.

“Saya yakin suami saya tidak bersalah. Kami sudah tidak ada hubungan lagi dengan mereka (jaringan Suriah).

Sahrul juga disebut sudah menjalani kehidupan seperti biasa. Pasca ditinggal suaminya karena ditangkap petugas, Ny Sahrul mengaku kondisinya baik-baik saja.

“Kami baik-baik saja, sudah ya Mas saya ke belakang lagi,” katanya menutup obrolan.

Sahrul Munif ditangkap personel Densus 88 di Kelurahan Pagentan, Singosari, Kabupaten Malang, Senin 19/6/2017) sekitar pukul 8 pagi.

Dia diduga merupakan jaringan Abu Jandal yang melancarkan provokasi mengajak warga Indonesia ikut berperang di Suriah.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan Sahrul merupakan militan yang ikut bertempur bersama kelompok radikal di Suriah pada 2013.

Namun Sahrul kemudian pulang ke Indonesia pada 2014. Kepulangannya ke Indonesia diduga karena di Suriah ia hanya mendapatkan uang Rp 600 ribu/bulan. Sebelum berangkat, Sahrul diiming-imingi mendapat jutaan rupiah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved