Ramadan 2017

Sisir Pusat Perbelanjaan dan Penjual Parcel, Polisi Temukan Makanan Tak Layak Jual Ini

Ada juga barang yang tidak disertai dengan kelengkapan perusahaan yang menjual, tanggal kadaluarsa dan sebagainya.

Sisir Pusat Perbelanjaan dan Penjual Parcel, Polisi Temukan Makanan Tak Layak Jual Ini
surya/galih lintartika
Sidak ke sejumlah tempat perjualan parcel dan pusat perbelanjaan di Kota Pasuruan 

SURYA.co.id | PASURUAN - Satreskrim Polres Pasuruan Kota sidak ke sejumlah tempat perjualan parcel dan pusat perbelanjaan di Kota Pasuruan, Senin (19/6/2017).

Hal itu untuk antisipasi makanan dan minuman kadaluarsa atau rusak agar tidak terjual ke para konsumen.

Polisi menyasar sebuah pusat perbelanjaan dan penjualan parcel di kawasan Pasar Kebonagung.
Hasilnya, luar biasa. Polisi mengamankan beberapa makanan-minuman yang kadaluarsa dan tidak ada tanggal kadaluarsanya.

Selain itu, polisi juga mengamankan makanan dan minuman yang kemasannya rusak dan sangat tidak layak untuk dijual.

Kasatreskrim Polres Kota AKP Riyanto mengatakan, pemeriksaan dan pengecekan ini dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat.

Ada beberapa laporan, sejumlah toko di Kota Pasuruan ini menjual barang-barang yang kadaluarsa.

“Ternyata memang benar, ada beberapa keganjilan. Kami juga temukan gula yang dijual per 1 kg, tapi saat ditimbang beratnya tidak sampai 1 kg, “ katanya.

Dia menjelaskan, ada juga barang yang tidak disertai dengan kelengkapan perusahaan yang menjual, tanggal kadaluarsa dan sebagainya.

“Sementara pemilik toko kami mintai keterangan, sembari menunggu pemasok barang ke toko yang bersangkutan. Kalau semisal dalam pemeriksaan kami temukan keganjilan, maka terpaksa yang bersangkutan akan kami tindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” jelasnya.

Terpisah, pegawai Disperindag Kota Pasuruan, Sony Agus Priyanto mengatakan, sebuah produk yang berkualitas dan layak jual itu, ketika barang yang dijual dilengkapi dengan nama produknya, tanggak kadaluarsa, kemasannya rapi dan masih banyak lagi.

“Kalau saya meihat disini, banyak makanan dan minuman yang tidak berizin dan tidak sesuai dengan standarisasinya. Wajar, dan hal ini harus ditindak lanjuti,” pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved