Berita Surabaya

Meski Cuti Bersama Tetap Layani Pengambilan Surat Tilang

Penetapan cuti bersama oleh pemerintah yang berlangsung mulai Jumat (23/6) berimbas pada pengambilan tilang di Kantor Kejaksaan Negeri Surabaya.

tribun jateng
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penetapan cuti bersama oleh pemerintah yang berlangsung mulai Jumat (23/6) berimbas pada pengambilan tilang di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya.

Padahal dalam waktu itu sudah dijadwalkan sidang tilang yang jumlahnya sekitar 4.000 pelanggar, sesuai surat tilang yang ditulis petugas Satlantas. Tak pelak, menyulut reaksi pelanggar tilang yang menanyakan 'nasibnya' pada petugas tilang Kejari Surabaya.

"Mereka ada yang menanyakan kapan bisa mengambil SIM/STNKnya yang disita. Bahkan ada yang datang mendahului, Jumat (16/6) untuk mengambil sebelum jadwal sidang," ujar Kajari Surabaya Didik Farkhan Alisyahdi, Sabtu (17/6/2017).

Jaksa asal Bojonegoro, mengungkapkan mereka datang dengan harapan bisa mengambil sebelim jadwal sidang. Alasannya, SIM/STNK itu akan dibawa keluar kota (mudik Lebaran).

"Nah kalau Jumat depan (23/6) kan sudah libur. Apa bisa saya mengambil hari ini," kata seorang pelanggar pada petugas tilang di ruang pelayanan tilang.

Dikatakan Didik, tentunya keinginan para pelanggar itu tidak bisa dipenuhi. Pasalnya, sebelum diputus sesuai jadwal pengambilan, seluruh barang bukti berupa SIM/STNK itu masih di tangan pengadilan karena belum diserahkan ke mejaksaan. "Bisa jadi SIM/STNK itu masih ada yang di tangan kepolisian," ungkapnya.

Dari keluhan yang ada, akhirnya Choirul yang bertugas menangani pengambilan surat tilang menghadap Kajari Didik. Choirul menyampaikan kalau jumat depan pengambilan tilang diliburkan, banyak pelanggar yang kecele.

"Mendengar permasalahan itu saya balik bertanya pada Choirul. Mungkin tidak, dan mau tidak, para petugas tilang Kejari Surabaya tetap masuk di hari Jumat (23/6). Meski semua pegawai sudah mulai mudik," tanyanya.
Ternyata jawaban Choirul tidak ada masalah demi melayani masyarakat. "Mereka bersedia tetap masuk," jawabnya.

Bagaimana dengan BRI?

Karena sistem pembayaran tilang yang sudah diterapkan di Kejari Surabaya sudah non tunai atau cashless. Atau harus via bank.

Apakah pegawai BRI yang selama ini bertugas di ruang pelayanan tilang Kejari Surabaya juga bersedia lembur?

Ternyata Choirul sebelum menghadap Kajari Didik sudah koordinasi. "Intinya pihak BRI juga bersedia masuk di hari Jumat (23/6). Katanya petugas BRI siap demi melayani masyarakat," tandasnya.

Sambutan baik ini langsung diapresiasi Didik Farkhan.

"Luar biasa mind set pegawai sekarang. Bukan hanya PNS, BUMN seperti BRI juga sudah berubah. Tidak individu lagi. Toh, bisa saja dengan alasan cuti bersama, teman-teman pelayanan tilang dan BRI tidak bersedia masuk. Kan saya tidak bisa memaksa mereka juga. Setelah semua sepakat tetap masuk di hari cuti bersama," ungkapnya bangga.

Dari keputusan yang diambil, Kajari Didik mempersilakan masyarakat (pelanggar lalin) tetap datang ke Kantor Kejari Surabaya. "Kami tetap melayani Anda. Meski hari itu libur cuti bersama. Semua demi kepuasan Anda," terangnya. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved