Profil
Ratna Yuniarti: Kemauan Keras
Personal Trainer Celebrity Fitness Supermall Surabaya ini menegaskan, yang memengaruhi naik turun berat badan seseorang itu ada tiga hal.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Menurunkan berat badan tak cuma soal diet. Tetapi yang tak kalah penting adalah kemauan keras.
“Kalau niatnya diet, tapi di saat lain pola makan tidak dijaga ya tetap bengkak tubuhnya,” cetus Ratna Yuniarti.
Personal Trainer Celebrity Fitness Supermall Surabaya ini menegaskan, yang memengaruhi naik turun berat badan seseorang itu ada tiga hal, yaitu pola tidur, olahraga, dan pola makan.
“Ketiganya harus dilakukan seimbang,” tegasnya.
Anak kedua dari empat bersaudara ini lalu memberi contoh,”Saya punya klien yang waktu datang pertama beratnya 112 kg, tetapi setelah berlatih rutin akhirnya bisa turun hingga 62 kg dalam waktu enam bulan.”
Jadi, menurut Ratna, punya tubuh ideal bagi seseorang yang sempat tambun ini bukan hanya impian. “Komitmen itu yang penting. Kemauan keras untuk menjalankan latihan dan menjaga waktu istirahat dan pola makannya,” papar Ratna,
Seseorang yang kurang tidur, lanjut Ratna, akan terganggu metabolisme tubuhnya.
“Sebab proses detox itu terjadi saat seseorang tidur. Kalau malam tidurnya larut, otomatis proses detox-nya mundur,” ungkapnya.
Agar berat badan bisa turun, lulusan ITS Surabaya Jurusan Teknik Industri ini juga menyarankan supaya mengurangi konsumsi gula, serta mengurangi makanan yang mengandung kadar lemak banyak.
Diakui Ratna, di satu bulan pertama tentu akan terjadi masa penyesuaian. “Dan bagi yang tidak pernah melakukan latihan sama sekali tentu akan lemas,” katanya.
Karena itu, dia berharap di bulan pertama itu latihan sebaiknya dilakukan seminggu dua kali selama 1-2 jam. Namun, setelah itu intensitas latihan harus terus ditingkatkan.
Olahraga bagi orang yang berpuasa ditandaskan oleh Ratna sama sekali tidak mempengaruhi fisik.
“Sepanjang olahraganya dilakukan dengan benar, yaitu sekitar 1-2 jam sebelum atau sesudah buka puasa,” urainya.
Menurut Ratna, pola makan selama puasa dan usai puasa Ramadan tetap harus dijaga agar tidak berbeda jauh.
“Jangan sampai usai puasa lalu ‘balas dendam’, sehingga beratnya jadi mekar saat Lebaran,” tutur perempuan kelahiran Surabaya, 26 Juni 1986 ini.
Untuk itu, kontrol latihan fisik sangat penting dilakukan. Apabila latihan itu rutin dilakukan maka dalam kondisi apa pun daya tahan tubuh tidak akan menjadi drop.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ratna-yuniarti_20170613_193959.jpg)