DPRD Kota Surabaya

Belajar Layanan Dasar ke Eropa, DPRD Kota Surabaya Berkunjung ke Jerman

"Ada banyak yang bisa diterapkan di Surabaya menyangkut pelayanan publik. Sistem pendidikan dan kesehatan mereka bisa diterapkan di Surabaya."

Belajar Layanan Dasar ke Eropa, DPRD Kota Surabaya Berkunjung ke Jerman
foto: Dok Armuji.
KUNJUNGAN - Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji bersama sejumlah Anggota DPRD yang lain saat berada di Frankfurt, Jerman, Mei lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kota Frankfurt, Jerman, adalah salah satu kota di Eropa yang memenuhi standar pelayanan kepada masyarakatnya. Surabaya pun belajar mengenal bagaimana pelayanan publik di negara maju tersebut.

"Ada banyak yang bisa diterapkan di Surabaya menyangkut pelayanan publik. Sistem pendidikan dan kesehatan mereka bisa diterapkan di Surabaya," kata Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji kepada Surya.co.id, di ruang kerjanya di Surabaya, Selasa (13/6/2017).

Mei lalu, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya berkunjung ke Jerman. Sejumlah anggota Dewan melihat ada beberapa sektor yang bisa diterapkan di Surabaya.

Di antaranya, sistem pendidikan, kesehatan gratis, termasuk pembinaan olahraga sejak dini. Tak hanya itu, Kota Frankfurt juga menerapkan sistem perawatan benda cagar budaya untuk destinasi wisata.

"Luar biasa di Frankfurt. Banyak benda cagar budaya yang ditata dan dilestarikan dengan baik. Kami sangat terkesan," tambah Armuji.

Pimpinan DPRD ini berkunjung ke Frankfurt bersama dengan Anggota Komisi D. Mereka mendapatkan kesan kota di Jerman ini sangaf memperhatikan kesejahteraan warganya.

Di negara Eropa tersebut, pengangguran dibayar oleh negara sebesar 750 euro/bulan. Jika kurs 1 euro sekitar Rp 15.000, maka seorang pengangguran mendapatkan tunjangan hidup sekitar Rp 11.250.000/bulan.

“Memang ini sulit bagi Surabaya. Namun bisa dijadikan rujukan menyangkut sistemnya,” katanya.

Hal pokok adalah menyangkut layanan pendidikan. Kota yang hampir mirip dengan Surabaya ini banyak menyediakan beasiswa.

Mereka yang sudah menguasai bahasa Jerman dan lolos tes, bisa mendapat beasiswa sampai lulus. Tidak hanya berlaku bagi warga Jerman, tapi juga bagi pendatang.

Halaman
12
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved