Sidang Bandar Narkoba Perempuan di Surabaya Ditunda 5 Kali. Apa Penyebabnya?

Untuk kelima kalinya, sidang pembacaan tuntutan di tahap banding dengan terdakwa Liely Tedjo Koesoemo yang diduga menajdi pengedar narkoba, ditunda.

Sidang Bandar Narkoba Perempuan di Surabaya Ditunda 5 Kali. Apa Penyebabnya?
wktn.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk kelima kalinya, sidang pembacaan tuntutan dengan terdakwa Liely Tedjo Koesoemo (49) yang diduga menjadi bandar narkoba, mengalami penundaan. 

Sidang di PN Surabaya yang semula dijadwalkan Senin (12/6/2017), ditunda karena dua pertimbangan. 

Pertimbangan pertama, rekomendasi tuntutan (rentut) selama 12 tahun belum turun. Pertimbangan kedua, hakim yang menangani kasus ini, Anne Rusiana SH, sedang berada di Jakarta. 

Jaksa Penuntut umum (JPU) Rahmat Harry Basuki SH dari Kejati Jatim, saat dihubungi membenarkan penundaan sidang tuntutan. "Benar, sidangnya ditunda lagi. Informasinya majelis hakim sedang ke Jakarta," tuturnya singkat.

Ketika disinggung Rentut yang  belum turun, JPU Rahmat Harry Basuki enggan menjawab.

Kabarnya, JPU Rahmat Harry Basuki menuntut perempuan yang pernah nendekam di penjara 10 tahun atas putusan Pengadilan Tinggi (PT) Jatim hanya selama 12 tahun karena merasa iba. Karena barang buktinya jika ditimbang totalnya cuma 16 gram, sehingga cukup dijerat pasal 114 ayat (2) tentang Narkotika.

Dalam dakwaan terungkap, Liely Tedjo Koesoemo ditangkap anggota Unit Berantas BNNP Jatim pada Senin (21/11/2016) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Ir Soekarno usai fitness di Galaxy mall.

Sesuai data yang ada, terdakwa merupakan residivis kasus Narkoba pada 2008 dengan barang bukti 1.001 butir pil ekstasi dan 200 gram SS. Saat itu hakim PN Surabaya memvonis 4 tahun penjara.

Terdakwa yang tidak puas dengan putusan hakim akhirnya banding ke Pengadilan Tinggi Jatim. Namun dalam putusan itu, hukuman terdakwa diperberat menjadi 10 tahun penjara dan denda Rp 150 juta subsider 6 bulan penjara. 

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved