Jamaah Umrah Terimbas Larangan Terbang Qatar Airways ke Arab Saudi, Ini Kata Komisi VIII DPR

Qatar Airways merupakan salah satu maskapai pilihan jamaah untuk bisa sampai ke Arab Saudi.

Jamaah Umrah Terimbas Larangan Terbang Qatar Airways ke Arab Saudi, Ini Kata Komisi VIII DPR
wikipedia
Ilustrasi pesawat Qatar Airways 

SURYA.co.id | PROBOLINGGO – Anggota Komisi VIII DPR RI Dapil Jatim II, Hasan Aminuddin meminta pemerintah serius dalam menanggapi renggangnya hubungan diplomatik antara Qatar dan sejumlah negara Arab.

Ia menyebut, renggangnya hubungan diplomatik itu membuat sejumlah nasib calon jamaah umrah asal Indonesia terancam.

Beberapa waktu lalu, dampak dari pemutusan hubungan ini sudah dirasakan.

Arab Saudi melarang maskapai penerbangan Qatar Airways terbang di atas langit negara mereka.

Hal ini berimbas pada ribuan calon jamaah umrah Indonesia.

Sebab, Qatar Airways merupakan salah satu maskapai pilihan jamaah untuk bisa sampai ke Arab Saudi.

“Kalau bisa jangan hanya menebarkan opini semata. Harus ada langkah konkret, bagaimana solusi memindahkan ribuan jamaah umrah ini ke maskapai lainnya,” katanya kepada SURYA.co.id, Minggu (11/6/2017).

Hasan mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama harus mengambil sikap untuk sinkronisasi mengatasi persoalan ini.

Ia tidak ingin ada jamaah umrah yang terlantas tidak bisa berangkat ibadah karena persoalan ini.

“Jangan sampai ada yang dikecewakan. Mereka yang ibadah harus dibantu jangan dibiarkan. Saya harap pemerintah tidak hanya bicara, kerenggangan hubungan diplomatik itu tidak berdampak pada penerbangan jamaah umrah. Kalau mau dipindah ke maskapai lain ya secepatnya,” tandasnya.

Ia menyarankan, harus ada solusi pasti dan nyata. Menurutnya, pemerintah harus mulai mendata berapa jumlah jamaah umrah yang rencananya melakukan penerbangan bersama dengan Qatar Airways.

“Segera buat kebijakan yang intinya tidak akan merugikan masyarakat. Segera memberitahukan kepada jamaah akan ada pergantian maskapai, dan sebagainya. Jangan sampai ada yang terlantar jamaah umrah ini, kasihan mereka mau ibadah tapi terkendala,” lanjutnya.

Selain itu, mantan Bupati Probolinggo dua periode ini juga meminta pemerintah segera melakukan koordinasi dengan maskapai pengganti Qatar Airwys.

Ia menyarankan pemerintah mencarikan maskapai yang kualitasnya sama dengan Qatar atau bahkan bisa lebih baik di atasnya.

"Minimal kualitas dan pelayanannya sama. Kalau saya sih, daripada menggunakan maskapai luar negeri, lebih baik pakai maskapai dalam negeri saja. Toh, sudah ada beberapa maskapai asal Indonesia yang sudah membuka rute penerbangan ke Arab Saudi," pungkasnya.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved