Profil

Fadhila Imaniar : Terapi Cokelat untuk Atasi Badmood

Makanan yang tinggi proteinnya ini diakui manjur untuk ‘mengobati’ badmood saat datang bulan.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Titis Jati Permata
surya/achmad pramudito
Fadhila Imaniar 

SURYA.co.id | SURABAYA - Badmood saat datang bulan memang tak menyenangkan.

Namun, Fadhila Imaniar punya cara khusus untuk mengantisipasinya sehingga tidak larut dalam ketidaknyamanan selama menghadapi ‘periode bulanan’ itu.

Salah satu ‘terapi pribadi’ yang dilakukan adalah mengonsumsi cokelat.

Makanan yang tinggi proteinnya ini diakui manjur untuk ‘mengobati’ badmood saat datang bulan.

“Bisa cokelat batangan atau dark chocolate, efeknya cepat untuk bikin mood jadi cerah kembali,” papar Marketing Executive The Harvest ini, Sabtu (10/6/2017).

Ditemui di tengah acara launching Almondtree di Pakuwon Mall Surabaya, Fadhila menyatakan badmood itu tak hanya ketika dirinya sedang haid.

Saat pekerjaannya sedang tinggi, maka suasana tidak nyaman pun tak jarang muncul dalam dirinya.

“Dan cokelat jadi obat mujarabnya,” tandas wanita kelahiran Kediri, 2 Desember 1988 ini.

Fadhila tak merasa khawatir berat badannya bakal melonjak ketika mengonsumsi cokelat.

Karena itu, dia tak perlu melakukan diet khusus setelah makan makanan yang paling disukai wanita tersebut.

“Kan tidak tiap hari juga makan cokelatnya. Jadi nggak khawatir berpengaruh di tubuh maupun jadi jerawatan,” kata perempuan yang juga doyan mengonsumsi keju dan cake ini.

Selain makan cokelat, terapi lain yang rutin dilakukan oleh Sarjana Akuntansi Universitas Brawijaya ini untuk ‘menenangkan’ diri adalah yoga.

Fadhila mengaku rutin seminggu sekali meluangkan waktu untuk yoga di sebuah fitness centre.

“Saya baru dua bulan belakangan mencoba yoga. Dan hasilnya lumayan, bisa membuat saya lebih tenang di kala suntuk karena pekerjaan atau suasana tidak nyaman lainnya,” tegas Fadhila yang berangan-angan punya usaha kuliner sendiri.

Untuk mewujudkan keinginan tersebut, diakui Fadhila sedang dia rintis bersama sang suami yang sehari-harinya adalah chef di sebuah hotel berbintang di Surabaya.

“Saya juga ingin punya usaha kos-kosan,” ucap pemegang gelar S2 untuk Jurusan Manajemen Pemasaran dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved