Kamis, 23 April 2026

Saat Para Calon Pendekar di Surabaya Berbagi Takjil untuk Buka Puasa

Bagaimana jadinya kalau para calon pendekar berbagi takjil untuk buka puasa? Yang pasti, adu kebolehan bela diri menjadi salah satu selingannya.

ist
Para anggota PSHT bagi-bagi takjil untuk buka puasa di Jl Raya Mastrip, Surabaya, Jumat (9/6/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Apa jadinya kalau para calon pendekar berbagi takjil untuk berbuka puasa Ramadhan?

Yang jelas, aksi unjuk kebolehan menjadi salah satu aktivitas yang membuatnya makin semarak. 

Hal ini seperti digelar oleh para anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Surabaya, Jumat (9/6/2017).

Saat itu, menjelang jam berbuka puasa, puluhan orang baik lelaki maupun perempuan dengan busana serba hitam, sudah berkumpul di kawasan Jl Raya Mastrip, Surabaya. 

Anggota PSHT yang berasal dari sejumlah rayon, yakni rayon Kebraon Indah Permai (KIP), rayon Kebraon, rayon Balas Klumprik, serta rayon SMPN 34 Surabaya tersebut berkumpul untuk membagi-bagikan paket takjil kepada setiap pengendara yang melintas.

Fatkur Rozi, sekretaris PSHT Rayon Kebraon Indah Permai mengatakan, dalam kegiatan tersebut mereka membagikan sekitar 500 paket takjil kepada pengendara yang melintas.

"Ratusan anggota kami terlibat dalam kegiatan ini," kata Fatkur Rozi saat ditemui Surya usai pembagian takjil. 

Fatkur menambahkan, berbeda dari pembagian takjil pada umumnya, dalam kegiatan ini mereka tidak hanya memberikan makanan dan minuman kepada pengendara, tetapi juga menampilkan atraksi bela diri.

"Kami menyebutnya Sambung Persaudaraan. Jadi masing-masing anggota saling menampilkan kemampuan bela diri masing-masing. Pengendara yang lewat tidak hanya mendapat takjil, tetapi juga mendapat hiburan," lanjutnya.

Yayan Sakti Suryandaru, Ketua PSHT Rayon KIP menambahkan, kegiatan bagi-bagi takjil ini digelar untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa aktivitas PSHT tidak melulu soal latihan pencak silat ataupun olah kanuragan.

"Tetapi dengan kegiatan ini kami juga ingin mengajarkan kepada anggota agar memiliki kepedulian terhadap sesama sekaligus agar mereka juga menjalankan nilai-nilai agama, misalnya untuk berbagi kepada sesama," ujar  Yayan.

Terkait aksi unjuk kebolehan yang disebutnya Sambung Persaudaraan, Yayan mengatakan bahwa dalam kegiatan itu hanya diikuti oleh para murid alias para 'calon pendekar'.

"Tentu saja kegiatan itu kami gelar agar sesama anggota dari masing-masing rayon bisa saling mengenal dan lebih akrab satu sama lain," sambungnya.

Bagi-bagi takjil semacam ini bukan satu-satunya aktivitas sosial yang digelar PSHT.

Menurut Budi Waluyo, ketua Rayon Kebraon, belum lama ini mereka juga terlibat dalam aktivitas kerja bakti membangun masjid di kawasan Kebraon.

"Selain itu, sebelumnya kami dari masing-masing rayon di Surabaya juga serentak menggelar kegiatan kerja bakti," ujar Budi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved