Senin, 13 April 2026

Single Focus

Aprindo Awasi Pemberian Diskon di Pusat-pusat Perbelanjaan, ternyata ini Tujuannya

Saat mereka menawarkan banyak promo dan diskon, ternyata itu adalah arahan khusus juga dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Surabaya.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Momen Ramadan dijadikan panen bagi pengusaha ritel. Mulai mall, supermarket, dan juga minimarket kebanjuran pelanggan selama momen Ramadhan hingga lebaran nanti.

Saat mereka menawarkan banyak promo dan diskon, ternyata itu adalah arahan khusus juga dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Surabaya. Sebulan sebelum Ramadhan para anggota Aprindo sudah diberikan edaran dan imbauan agar anggota ritel turut menyemarakkan momen puasa dan lebaran idul fitri.

"Sebulan sebelum ramadhan sudah kita serbarkan edaran. Lalu di grup wa juga sudah kita berikan imbauan agar mereka memberikan promo promo menarik termasuk diskon," ucap Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim Donny Kurniawan, Kamis (8/6/2017).

Ia menyebutkan untuk setiap ritel memang berbeda-beda jenis promo atau diskon yang diberikan. Hal itu dibebaskan oleh Aprindo sesuai dengan kemampuan dan kreativitas dari anggota ritel masing-masing.

Menurutnya arahan dari Aprindo adalah mereka sejak awal bulan puasa sudah menggalakkan stok mulai kebutuhan bahan pokok, baju atau fashion dan juga kebutuhan elektronik. Artinya semua kebutuhan warga untuk berbelanja harus tersedia.

"Sebab kan THR harus sudah cair H-7. Bisa jadi warga berbelanja dengan gaji bulan sebelumnya, atau bisa juga menunggu hasil dari THR. Tapi kapanpun itu barang harus sudah ada," katanya.

Dalam memberikan diskon, Aprindo pun memberikan pengawasan. Ia memastikan bahwa tidak ada pengusaha yang nakal.

Misalnya memberikan diskon namun menaikkan dulu harga normalnya. Padahal dalam aturan pemberian diskon harusnya adalah diberikan potongan dari harga normal yang dijual.

"Kita awasi kalau ada yang nakal kita berikan peringatan, baik lisan sampai tertulis," kata Donny.

Termasuk untuk pasca lebaran. Ia menyebutkan, setelah lebaran masih akan ada banyak warga yang akan berbelanja. Terutama untuk food and beverage.

Setelah satu bulan mengurangi penjualan lantaran Ramadan, maka setelah lebaran, warga pasti membutuhkan makanan sembari menghabiskan waktu bersama keluarga di pusat perbelanjaan.

"Kita arahkan untuk memberikan promo promo menarik dan juga diskon tertentu agar bisa menyemarakkkan lebaran," ujarnya.

Dalam momen Ramadan dan Lebaran ini terasa peningkatan omzet penjualan, yaitu ada sebanyak 50 sampai 100 persen dibandingkan hari hari biasa.

Selain imbauan untuk pengusaha ritel fashion, food and beverage, Aprindo juga memberi imbauan untuk para pengusaha life atau yang berjualan sembako.

Aprindo melakukan pengawasan bahwa mereka harus menjual bahan makanan yang sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah.

"Itu juga kami awasi. Jadi tidak boleh menjual lebih mahal ataupun melakukan penimbunan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved