Berita Lifestyle

Hindari Dehidrasi Saat Puasa Utamakan Minum Air Putih di Malam Hari, Ini Takarannya

Untuk menghindari kemungkinan dehidrasi, disarankan untuk minum air putih di malam hari, setelah berbuka puasa dan sebelum fajar.

Hindari Dehidrasi Saat Puasa Utamakan Minum Air Putih di Malam Hari, Ini Takarannya
pixabay
Ilustrasi air 

SURYA.co.id | SURABAYA - Berbuka puasa dengan yang manis tak harus minum teh manis.
Yang penting adalah mengonsumsi karbohidrat yang mengandung glikemik tinggi, seperti kurma atau pisang.

“Konsumsi karbohidrat ini penting untuk membantu memulihkan penipisan glikogen yang terjadi selama puasa,” ujar Wira Adi, Team Celebrity Fitness Development.

Menurut Wira, jika tujuan kebugaran adalah hipertrofi, disarankan untuk mengonsumsi protein whey sebelum dan sesudah latihan setelah berbuka puasa.

“lni akan membantu Anda meminimalkan kerusakan protein dan meningkatkan sintesis protein,” tegasnya.

Sedang bila ingin mempertahankan berat badan hingga saat Idul Fitri tetap terlihat shaping pastikan untuk sedikit merubah kebiasaan pada menu berbuka.

“Perbanyak konsumsi sayur dan buah buahan berwarna hijau. Sebab makanan itu rendah produksi gas ketika di perut, dan jumlah protein ketimbang porsi pada karbohiodrat,” bebernya.

Yang juga perlu diperhatikan selama berpuasa adalah konsumsi air putih jangan sampai kurang.

“Air putih artinya benar-benar air putih, bukan teh, bahkan teh tawar pun bukan. Pokoknya bukan jenis air yang berwarna,” tandasnya.

Untuk menghindari kemungkinan dehidrasi, lanjut Wira, disarankan untuk minum air putih di malam hari, setelah berbuka puasa dan sebelum fajar.

“Kebutuhan air tiap orang memang berbeda-beda, tapi takaran umumnya saat tanpa melakukan aktivitas fisik adalah minimum 0,024 x berat badan,”

Jadi, tutur Wira, misal seseorang dengan berat tubuhnya 70 kg, maka saran asupan airnya 70 x O, 024' atau hanya sekitar 1, 68 liter perhari.

“Tidak seperti di iklan itu, tiap orang harus minum air putih sebanyak delapan gelas atau 3 liter sehari,” tandasnya.

Wira mengingatkan, jika kandungan cairan dalam tubuh kurang akan membuat sel darah mengental sehingga tidak aliran darah ke tubuh tidak optimal.

“Sebab fungsi darah itu kan untuk sistem transportasi, sistem regulasi, dan sistem imun,” pungkasnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved