Berita Blitar

Patung Kelima Bung Karno di Kota Blitar, Seperti Ini 'Penampakannya'

Patung Bung Karno itu merupakan patung kelima dan menjadi patung terakhir yang dibangun Pemkot Blitar di Bumi Proklamator.

Patung Kelima Bung Karno di Kota Blitar, Seperti Ini 'Penampakannya'
surya/samsul hadi
Patung kelima Bung Karno yang diresmikan di Blitar, Selasa (6/6/2017). 

SURYA.co.id | BLITAR – Patung Bung Karno yang diberi nama Putra Sang Fajar di simpang Herlingga, Kota Blitar, diresmikan, Selasa (6/6/2017).

Patung Bung Karno itu merupakan patung kelima dan menjadi patung terakhir yang dibangun Pemkot Blitar di Bumi Proklamator.

Empat patung lainnya sudah dibangun lebih dulu. Empat patung itu masing-masing berada di Makam Bung Karno, Balai Kota Blitar, Istana Gebang, dan Simpang Jl Sumatera.

“Ini patung terakhir yang kami bangun. Cukup lima sesua dengan sila Pancasila yang jumlahnya lima,” kata Wali Kota Blitar Samanhudi.

Patung Bung Karno di simpang Herlingga itu dinamakan Putra Sang Fajar.

Sebab, lokasi patung memang berada paling timur di Kota Blitar yang merupakan perbatasan wilayah kota dan Kabupaten Blitar.

Pembangunan patung itu selama delapan bulan. Dana pembangunan patung sekitar Rp 2 miliar dari APBD 2015.

Samanhudi mengatakan perancang Patung Bung Karno itu seniman dari Yogyakarta. Tapi ia lupa nama seniman tersebut.

Patung Bung Karno memiliki tinggi sembilan meter dengan bobot lima ton.

Patung itu dilapisi perunggu dengan ketebalan satu sentimeter di bagian luar. Sedang bagian dalam patung berbahan besi cor.

“Ini bentuk kecintaan kami kepada Bung Karno, bapak Proklamator. Di Pemkot Blitar semua PNS setiap hari setia memakai pin bergambar Bung Karno,” katanya.

Sementara itu, Megawati mengapresiasi upaya Pemkot Blitar membangun patung Bung Karno.

Pembangunan patung Bung Karno secara tidak langsung ikut menanamkan rasa cinta generasi muda kepada Bunga Karno.

Lebih khusus lagi, ia ingin para generasi muda kembali mempelajari pikiran-pikiran Bung Karno.

“Kalau tidak ada Bung Karno mungkin Indonesia tidak akan Merdeka. Wajar kalau kita harus terus mempelajari pikiran-pikiran Bung Karno,” kata Megawati.

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved