Berita Surabaya

15 Pasangan Ini Kepergok Berada di Hotel yang Sama, di Sana Mereka Melakukan. . .

15 pasangan bukan suami istri ini berada di hotel yang sama. Nyatanya di bulan Ramadan mereka melakukan...

15 Pasangan Ini Kepergok Berada di Hotel yang Sama, di Sana Mereka Melakukan. . .
surya/fatkhul alamy
Razia petugas di Hotel Bali Jl Makam Paneleh Surabaya, menemukan 15 pasangan yang berbuat mesum, Senin (5/6/2017) malam. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Tim gabungan Polsek, Koramil 082 dan Satpol PP Kecamatan Genteng Surabaya menjaring 15 pasangan diduga selingkuh.

Mereka terjaring dalam razia yang dilakukan di Hotel Bali Jl Makam Paneleh Surabaya, Senin (5/6/2017) malam.

Dalam razia kali ini, polisi, TNI dan Satpol PP menyasar hotel dan homestay yang berada di Kecamatan Genteng.

Dari razia yang digelar, petugas hanya menemukan pasangan yang bukan suami istri di hotel Bali.

Kemudian saat merazia homestay tidak menemukan hasil orang yang berbuat asusila di bulan suci Ramadan.

Saat merazia di hotel Bali, petugas mengetuk setu per satu kamar hotel dan penghuninya dipemeriksa.

Hasilnya sebanyak 15 pasangan pria dan wanita bukan suami istri kedapatan berada sedang berduaan di kamar. Mereka diduga berbuat asusila di kamar.

"Setelah kami periksa dan data identitasnya, 30 orang yang sedang di kamar bukan pasangan suami istri," sebut Kapolsek Genteng Surabaya, Kompol Yhogi Hadisetyawan, Senin (5/6/2017) malam.

Pasangan yang terjaring razia ini kemudian digiring ke kantor Satpol PP Kecamatan Genteng untuk dibina dan membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

Yhogi menuturkan, tim gabungan terus bergerak melakukan patroli dan razia terhadap penyakit masyarakat (Pekat) selama bulan Ramadan ini.

Diharapkan bisa menekan angka kejahatan, terutama tindak asusila atau prostitusi.

"Kami hanya menemukan pasangan bukan suami istri dan diduga berbuat mesum di satu hotel. Saat razia ke homestay atau kos harian hasilnya nihil," ucap mantan Kapolsek Dukuh Pakis Surabaya ini.

Camat Genteng Surabaya, Machmud mengancam, pelaku yang terjaring razia bakal dijerat tindak pidana.

Selama ini pelaku hanya dikenai tindak pidana ringan (Tipiring).

"Kami belum menemukan adanya indikasi prostitusi. Razia akan terus dilakukan selama bulan suci Ramadan," terah Machmud.

Machmud menuturkan, kegiatan razia gabungan ini adalah bagian dari operasi cipta kondisi dalam rangka menjaga Surabaya aman dan kondusif selama bulan suci Ramadan.

Penulis: Fatkhul Alami
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved