Berita Malang Raya
5 Tuntutan Mahasiswa Malang untuk Jokowi yang Dibungkam Polisi
REPRESI POLISI MALANG. 50 orang peserta aksi didesak mundur. Bahkan 35 orang dikurung di sebuah ruko depan gapura utama UMM.
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Aliansi Mahasiswa Malang (AMM) sejatinya hendak menyuarakan sejumlah tuntutan kala Presiden Joko Widodo berkunjung ke kampus Universitas Muhammadiyah Malang, Sabtu (3/6/2017).
Isu besar yang mereka usung adalah pengawalan pemerintah dalam kebijakan hukum. Namun, tuntutan mereka dibungkam polisi Malang yang menangkap dan mengurung 35 mahasiswa dalam ruko depan kampus UMM.
"Isu besarnya itu, dan ada beberapa poin tuntutan yang hendak kami suarakan," ujar Humas Aksi, Fauzul Qabir kepada Surya, Sabtu (3/6/2017).
Tuntutan mereka:
- Hentikan komersialisasi pendidikan
- Hentikan perampasan tanah, upah, lapangan kerja dan hak masyarakat
- Cabut PP 78 dan berikan upah yang layak
- Berikan pelayanan gratis untuk masyarakat
- Hentikan isu SARA di Indonesia.
Tuntutan itu awalnya hendak disuarakan di depan kampus UMM saat kunjungan Presiden Jokowi ke kampus tersebut. Namun tuntutan itu tidak sampai tersuarakan, juga terbaca oleh Jokowi karena aksi mereka dibubarkan polisi.
Sebanyak 50 orang peserta aksi didesak mundur. Bahkan 35 orang dikurung di sebuah ruko depan gapura utama UMM.