Berita Surabaya

Jaksa Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Waduk Wiyung, ini Alasannya

Ketika penyelidikan berlangsung, penyidik yang diturunkan sudah berusaha menggali informasi dari pihak Pemkot Surabaya dan kelurahan.

Jaksa Hentikan Penyelidikan Dugaan Korupsi Waduk Wiyung,  ini Alasannya
surabaya.tribunnews.com/Anas Miftakhudin
Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi SH saat menunjukkan daftar aset Pemkot Surabaya yang lepas ke tangan orang lain, Rabu (29/3/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penyelidikan dugaan korupsi pelepasan Waduk Wiyung yang dilaporkan Pemkot Surabaya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya bersama 10 aset lainnya beberapa waktu lalu, akan dihentikan oleh penyelidik.

Penghentian atau tidak dinaikkannya perkara itu ke status penyidikan ada beberapa pertimbangan yang cukup signifikan.

"Kami belum menemukan adanya unsur korupsi pada pelepasan aset Waduk Wiyung, karena belum ada peralihan nama," ujar Kajari Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi, Jumat (2/6/2017).

Ketika penyelidikan berlangsung, penyidik yang diturunkan sudah berusaha menggali informasi dari pihak Pemkot Surabaya dan kelurahan. Namun belum ada pihak yang terlibat dalam kasus ini.

"Perkara ini justru masuk perkara Pidana Umum (Pidum). Disitu ada pemalsuan, biar Pemkot Surabaya yang melaporkan ke Kepolisian," jelas Didik.

Ketika disinggung lebih jauh beberapa pertimbangan penghentian penyelidkan dugaan korupsi Waduk Wiyung? Jaksa asal Bononegoro ini enggan membuka lebih jauh. "Senin depan saja akan kami buka hasil penyelidikannya," ungkapnya.

Namun Didik sempat membuka sedikit dari 11 aset yang hilang, ada dua aset yang dianggap tidak masuk ranah korupsi. Keduanya adalah, Waduk Wiyung dan Aset Pemkot yang dipakai untuk akses jalan Marvell City Mall.
"Lebih detailnya, senin saja akan saya rilis. Mana saja yang masuk korupsi dan yang bukan masuk ranah korupsi," paparnya.

Seperti diketahui, Rabu, 23 Maret 2017 lalu, Kajari Surabaya telah mengeluarkan dua surat perintah penyelidikan terkait terjadinya tindak pidana korupsi pada hilangnya aset 11 milik Pemkot Surabaya.

Aset tersebut adalah, Kantor PDAM Surya Sembada di Jalan Prof Dr Moestopo, Kantor PDAM di Jalan Basuki Rahmat, Taman Makam Pahlawan di Jalan Mayjen Sungkono.

Kemudian, Gedung Gelora Pancasila Jalan Indragiri, Kolam Renang Brantas di Jalan Irian Barat, dan Marvel City Mall di Jalan Upa Jiwa.

Selanjuntnya, Gedung Sasana Taruna Aneka Star (THR) di Jalan Kusuma Bangsa, Kantor Satpol PP Surabaya dan PT Abbatoir Surya Jaya di Jalan Banjar Sugihan-Tandes serta PT Iglas di Jalan Ngagel.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved