Bersalin di 106 Fasilitas Kesehatan Ini Bisa Langung Dapat Akte Kelahiran Lho

Bayi-bayi yang baru lahir di Surabaya bisa langsung mendapat akte kelahiran dan namanya bisa langsung masuk KK. Syaratnya, lahirnya harus di sini...

Bersalin di 106 Fasilitas Kesehatan Ini Bisa Langung Dapat Akte Kelahiran Lho
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
Penyerahan akte kelahiran program Alamak di puskesmas Wonoayu, Sidoarjo, oleh kepala Dispendukcapil Sidoarjo, Medi Yulianto 

SURYA.co.id | SURABAYA – Warga kota Surabaya kini tak perlu lagi ribet untuk mengurus akte kelahiran anggota keluarga baru.

Pasalnya, selain bisa mengurus akte kelahiran melalui mobile apps, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kini memiliki inovasi baru di mana warga bisa mengurus akte kelahiran si bayi dan langsung mendaftarkannya ke dalam Kartu Keluarga meski ibu dan bayinya masih berada di RS. 

“Total sekarag sudah ada sebanyak 106 lembaga fasilitas kesehatan yang sudah bekerja sama dengan Dispendukcapil dalam pengurusan akte kelahiran untuk bayi yang baru lahir dan pendaftaran dalam KK,” ucap Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Suharto Wardoyo, Kamis (1/6/2017).

Rinciannya, rumah sakit milik pemerintah sebanyak dua rumah sakit, rumah sakit swasta sebanyak 23 tempat, puskesmas sebanyak 21, dan bidan praktek mandiri sebanyak 60 tempat. Di antaranya RSUD Dr Soewandhi, RSIA Putri, RS PHC dan juga Puskesmas Jagir.

Menurut Suharto pengurusan akte anak yang baru lahir dan juga pendaftaran lewat fasilitas kesehatan ini sangat mudah. Petugas dari rumah sakit yang akan membantu langsung untuk menginput data bayi yang baru lahir. Asallkan diserahkan KK yang akan didaftarkan.

“Pengurusannya juga cepat. Cukup 24 jam. Input hari ini langsung kami cetak hari itu juga. Jadi sebelum ibu yang baru melahirkan pulang ke rumah, akte dan KK baru sudah ada di tangan, dan bisa langsung di bawa pulang,” lanjut Suharto.

Pengurusan akte dan KK ini tidak dipungut biaya alias gratis. Sehingga diharapkan lebih meningkatkan kedisiplinan warga Kota Surabaya terhadap adminitrasi kependudukan.

Sebab menurut Suharto masih banyak orang tua yang kurang sadar untuk segera melakukan pengurusan administrasi kependudukan anaknya. Dan baru akan membuat akte kelahiran saat akan diperlukan, seperti saat akan masuk sekolah.

“Kalau dengan layanan ini, dari rumah sakit sudah diuruskan, sehingga pulang ke rumah sudah tidak bingung lagi,” imbuhnya.

Kalaupun warga Surabaya melahirkan bayi di rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan Dispendukcapil, pembuatan akte kelahiran juga masih mudah. Sebab bisa dilakukan dalam sistem online dan aplikasi telepon genggam.

“Kalau mengurus dari website ataupun dengan hanphone kami kirimkan aktenya ke alamat warga secara langsung. Pengiriman dilakukan lewat pos. Jadi tidak ada alasan tidak mengurus akte,” pungkkas Suharto.

Moevia Pebiniarti, salah satu warga dari Putro Agung melahirkan putrinya di RS PHC. Putri keduanya yang diberi nama Hifza Almashyra Azzahra itu langsung mendapat akte kelahiran. 

“Sangat membantu. Kalau nggak ada layanan ini, pasti masih lama buat ngurusnya. Tapi kalau sekalian di rumah sakit, sangat membantu sekali,” komentar wanita yang akrab disapa Moevia saat di Balai Kota Surabaya dalam launching layanan kerjasama fasilitas kesehatan dengan Dispendukcapi.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved