Pendapat

Fenomena Ahok dan Tantangan Indonesia ke Depan

Fenomena Ahok ini hendaknya jangan membuat bangsa Indonesia dan kaum muslim menjadi terpecah-belah akibat perbedaan pendapat.

Fenomena Ahok dan Tantangan Indonesia ke Depan
tribunnews
Ahok dan Demo 212. 

Kebuntuan politik dalam Konstituante diselesaikan oleh Bung Karno dengan menerbitkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang memberlakukan kembali UUD 1945.

Pada Desember 1984, organisasi NU dalam Muktamar ke-27 menyatakan, NU mendukung Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan juga dasar organisasi NU. Sikap ini diikuti hampir semua ormas Islam.

Mari kita bayangkan andaikata sila pertama kita masih mengikuti rumusan Piagam Jakarta, tentu akan terjadi perbedaan yang sengit dalam setiap pembahasan UU yang berkaitan dengan keyakinan setiap rakyat Indonesia seperti UU Pornografi atau LGBT, tentang ajaran Syiah dan Ahmadiyah serta munculnya pemimpin non muslim di Indonesia yang berpotensi memecah-belah persatuan Indonesia.

Indonesia memang bukan negara agama, akan tetapi Indonesia adalah negara yang beragama.

Indonesia adalah negara yang berbudaya, meski berbeda agama dan keyakinan kita tetap bersatu.

Tindakan dan perkataan yang memecah belah bangsa ini harus dibuang jauh-jauh dari Indonesia karena bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945.

Demokrasi “Kebablasan”

Pergantian era dari orde baru menjadi era reformasi menghasilkan suatu budaya baru di masyarakat Indonesia.

Begitu orde baru jatuh pada tahun 1998, masyarakat kita bagai burung lepas dari sangkarnya yang telah membelenggunya selama puluhan tahun.

Kita dapat melihat bahwa masa reformasi ini lebih ke arah mengejar kebebasan tanpa terlebih dulu tahu kebebasan yang terarah itu seperti apa.

Halaman
1234
Editor: Musahadah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved