Breaking News:

Berita Mancanegara

Remaja 18 Tahun Ini Ditawari Jadi Model Cosplay dengan Bayaran Rp 6 Juta Per Hari, Nyatanya. . .

Remaja berusia 18 tahun ini dapat tawaran jadi model fotocosplay dengan bayaran Rp 6 juta perhari. Nyatanya ia justru diminta melakukan...

kompas.com/shutterstock
Ilustrasi 

SURYA.co.id | OSAKA - Seorang pria pengelola situs porno di Osaka, Jepang, ditangkap karena memaksa seorang wanita berumur 18 tahun untuk berperan dalam sebuah video porno.

Sebelumnya, perempuan itu mendapat tawaran secara online, untuk menjadi model foto "cosplay".

"Cosplay" adalah istilah untuk hobi berkostum ala karakter dalam film animasi, komik (manga), maupun video games.

Dalam penangkapan ini terungkap, pria bernama Shinichi Kanazawa (48) itu juga telah melakukan praktik serupa kepada lebih dari 200 wanita di Tokyo, Osaka, dan 17 prefektur lainnya di Jepang.

Menurut polisi, kebanyakan dari wanita tersebut berusia 18-19 tahun, dan direkrut sejak 2012 hingga 2017.

Kanazawa selalu menawari wanita-wanita tersebut untuk menjadi model pemotretan "cosplay".

Untuk tawarannya itu, Kanazawa menjanjikan bayaran 50.000 yen sehari atau kira-kira Rp 6 juta, dan 200.000 yen atau sekitar Rp 24 juta, jika mereka bekerja sebagai model selama tiga hari.

DVD berisi adegan seksual dari para perempuan yang tampil dengan pakaian renang tersebut lalu dijual.

Menurut polisi angka penjualan DVD tersebut mencapai 147 juta yen atau sekitar Rp 17 miliar.

Kanazawa membuat wanita yang muncul saat wawancara memegang kartu identitas mereka, dan lalu memotret untuk mengumpulkan informasi pribadi para "korban".

Pelaku lantas membuat wanita-wanita tersebut menandatangani kontrak video porno dengan klausul yang mengharuskan mereka membayar denda jika melanggar persyaratan.

Termasuk memberi ancaman berupa konsekuensi jika mereka menolak tampil dalam video porno.

Dalam kasus wanita di Osaka, Kanazawa diduga telah menandatangani kontrak dengan pemain berusia 18 tahun pada Oktober 2014, dengan tujuan untuk membuat video pornonya.

Kemungkinan, dia melanggar undang-undang yang melarang permintaan untuk pekerjaan yang dianggap bertentangan dengan moralitas publik. (Glori K. Wadrianto)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved