Pesona Ramadhan

Malam Selawe, Tradisi Peninggalan Sunan Giri yang Selalu Dihadiri Ribuan Warga dari Berbagai Daerah

Malam Selawe, puncak kegaitan di kompleks Makam Sunan Giri di Gresik selalu dihadiri ribuan orang berbagai daerah yang ingin ngalap berkah.

Malam Selawe, Tradisi Peninggalan Sunan Giri yang Selalu Dihadiri Ribuan Warga dari Berbagai Daerah
Surabaya.tribunnews.com/M Taufik
Kiai Mukhtar Jamil bersama rombongan saat tahlilan di depan makam Sunan Giri pada malem selawe atau malam ke-25 Ramadan tahun lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ada satu malam yang menjadi puncak kegiatan di area makam Sunan Giri di Kebomas, Gresik saat bulan Ramadan. Yakni malam selawe, tradisi ngalap berkah yang biasanya digelar pada malam menjelang hari ke-25 bulan Ramadan.

Malam-malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadan diyakini menjadi malam turunnya Lailatul Qodar. Tak ayal, di malam-malam ganjil itulah umat Muslim memilih banyak melakukan ibadah agar bisa meraih malam seribu bulan.

Tradisi ini sudah ada sejak zaman nabi dan turun-temurun sampai ke zaman Wali Songo. Tak terkecuali Sunan Giri, ketika sedang mengembangkan ajaran Islam di Gresik juga mengajak murid-muridnya untuk meningkatkan ibadah di malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan.

“Ya, tradisi Malam Selawe itu peninggalan Sunan Giri yang terus berlangsung sampai sekarang,” ungkap Kiai Mukhtar Jamil, tokoh agama di Kabupaten Gresik.

Setiap tahun, pada malam menjelang hari ke-25 Ramadan, Kiai Tar (panggilan Mukhtar Jamil) juga selalu menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Sunan Giri. Biasanya, dia mengajak sejumlah keluarga dan rombongan untuk ikut menyemarakkan tradisi Malam Selawe di sana.

Kebiasaan itu juga dilakoni oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai para pejabat hingga berbagai kalangan masyarakat. Saat malam ke-25 Ramadan, ribuan orang berbondong-bondong ke Makam Sunan Giri untuk berziarah dan ngalap berkah.

“Kalau Malam Selawe, ribuan orang yang datang. Mereka dari berbagai daerah,” kata seorang penjaga toko di kompleks makam Sunan Giri, Jumat (26/5/2017)

Memasuki bulan Ramadan, biasanya saat awal-awal suasana kompleks makam cenderung sepi. Baru saat memasuki 10 hari terakhir Ramadan, mulai banyak orang yang datang berziarah. Terutama saat malam-malam ganjil.

"Banyak yang sampai tidur di area makam, bahkan beberapa hari menginap agar bisa beribadah di kompleks makam pada malam-malam ganjil di akhir bulan puasa. Puncak malam-malam itu adalah pada Malem Selawe," kisah Tajuddin, warga Gresik yang juga selalu hadir di Makam Sunan Giri setiap Malam Selawe.

Baca: VIDEO - Menyusuri Jejak Islam Peninggalan Sunan di Situs Giri Kedaton

Halaman
12
Penulis: M Taufik
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved