Sambang Kampung

Kampung Berinovasi : Taman Gantung di RT 7 RW 3 Kutisari Bikin Lingkungan Nyaman

Banyak cara untuk menjadikan lingkungan lebih nyaman ditinggali. Bagi warga Kelurahan Kutisari, Taman Gantung adalah salah satu jawabannya...

Kampung Berinovasi : Taman Gantung di RT 7 RW 3 Kutisari Bikin Lingkungan Nyaman
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Zaimul Haq
Suasana kampung RT 7 RW 3 Kutisari yang hijau dengan memanfaatkan lahan tepi sungai yang dulu kotor dan banyak tanaman liar kini disulap hijau dengan dilengkapi bank sampah, ipal dan kolam budidaya ikan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kreativitas membangun lingkungan tempat tinggal bisa dalam banyak bentuk. Salah satu yang unik, inovasi pengembangan kampung di Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tegalsari. Demi membuat kampung hijau dan nyaman, mereka menyulap lingkungan menjadi kampung taman gantung.

Inovasi ini muncul karena perkampungan mereka terbilang padat dan rapat. Mayoritas rumah warga tidak memiliki lahan untuk bercocok tanam.

Karena itu, mereka memanfaatkan sampah plastik di kampung untuk media penanaman. Plastik bekas dari minuman, botol oli dan berbagai macam plastik jadi pot dadakan.

"Agar tampil beda kami buat taman vertikal. Jadi dihubungkan tali dan digantungkan. Jadi taman gantung," kata Chandra Nurdiansyah, Ketua Karang Taruna RT 7 RW 3 Kelurahan Kutisari, Kecamatan Tenggilis.

Inovasi ini disambut antusias warga, dengan membuat taman vertikal di sejumlah titik. Saat ini, 60 persen rumah di kampung sudah memiliki taman gantung vertikal, berupa tanaman hias.

Namun, lanjut Chandra, ke depan akan diarahkan menanam tanaman produktif, seperti sayur sayuran dan cabai.

"Inovasi ini sejak Desember 2016. Kami ikut lomba ternyata menang sebagai kampung inovatif. Pemuda penggerak lingkungan juga mendapat penghargaan," papar Chandra.

Ini karena pemuda di kampung ini yang banyak memberikan konsep mengelolaan kampungnya. Menurut Chandra, para pemuda karang taruna untuk memiliki program Peneglolaan lingkungan terpadu ( Pelakat). Yakni program pengelolaan lingkungan tiga tahunan.

"Tahun pertama kami fokus lingkungan dan sosial. Tahun kedua adalah fokus pendidikan dan kewirausahaan. Dan tahun ketiga adalah teknologi," kata pria berusia 24 tahun ini.

Ini karena para pemuda karang taruna memiliki program Pengelolaan Lingkungan Terpadu (Pelakat). Yakni, program pengelolaan lingkungan tiga tahunan.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved