Berita Politik

Kata Gus Ali, jika PKB Mau Besar di Jatim, begini Resepanya

Gus Ali menyebut ada beberapa strategi membesarkan partai, khususnya PKB, di Jawa Timur.

Kata Gus Ali, jika PKB Mau Besar di Jatim, begini Resepanya
surya/bobby constantine koloway (Bobby)
KH Agoes Ali Masyhuri memberikan sambutan dalam acara Musyawarah Kubro Ulama dan Kiai Pengasuh Pesantren se-Jawa Timur, Kamis (25/5/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengasuh Pesantren Progresif Bumi Shalawat, Sidoarjo, KH Agoes Ali Masyhuri, memberikan beberapa nasehat kepada Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar pada acara Musyawarah Kubro Ulama dan Kiai Pengasuh Pesantren se-Jawa Timur Bersama Drs H A Muhaimin Iskandar, Kamis (25/5/2017).

Berlangsung di Ponpes Bumi Shalawat, Gus Ali (sapaan KH Agoes Ali Masyhuri) berkesempatan memberikan sambutan pada awal acara. Gus Ali menyebut ada beberapa strategi membesarkan partai, khususnya PKB, di Jawa Timur.

Pertama, menurut Gus Ali, PKB harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendukung dan memadai. Bukan hanya menduduki jabatan di tataran legislatif, PKB juga harus memiliki kader yang menduduki jabatan eksekutif.

Sayangnya, untuk saat ini, khususnya di Jatim, kader PKB mayoritas ada di jajaran legislatif (DPRD).

"Kalau orang tukang ngomong, kita punya seambreg. tapi kalau pemimpin di eksekutif, kita miskin," kata Gus Ali.

"Hal ini seharusnya menjadi perhatian PKB dengan meningkatkan kualitas kadernya. Sudah saatnya NU melalui PKB harus menempatkan figur di tataran eksekutif," lanjut Gus Ali.

Berikutnya, PKB juga harus bersinergi dengan kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Menurut kiai yang juga menjadi wakil Rais PWNU Jatim ini, dengan memaksimalkan kedekatan dengan NU, PKB tak perlu lagi membuat jaringan.
"Kalau PKB akur dengan para kiai NU, PKB akan besar," ujar Gus Ali.

Sedangkan arahan berlikutnya, Gus Ali menyebut pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat. Untuk menjaga kepercayaan melalui mengakomodir keinginan rakyat, PKB harus turun menemui konstituen.

Dalam menjaring aspirasi tersebut, PKB harus mau menerima masukan dari semua aspek masyarakat. Tak hanya berdasar idealis figur partai.

"Dalam membesarkan partai dan menjaga kepercayaan mayarakat, partai harus berdasar realisitas bukan idealitas," kata Gus Ali.

"Biar dia pintar, tokoh partai, atau kaya sekalipun, namun kalau realitas masyarakat berkehendak lain, maka partai harus mau menerima. Idealitas dalam mengembangkan partai itu tak bisa digunakan, melainkan harus berdasar realitas," pungkasnya.

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved