Sambang Kampung

Dibantu Mahasiswa terkait Inovasi Produk guna Dongkrak Pendapatan

“Saat saya berkunjung ke sentra UKM dan setelah tiga kali wawancara, saya menemukan bahwa pekerja KUB Mampu Jaya memiliki rasa kebersamaan.

Dibantu Mahasiswa terkait Inovasi Produk guna Dongkrak Pendapatan
surya/sulvi sofiana
Dua siswi menujukkan sepatu produk KUB Maju Jaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penjualan yang terbatas dan harga jual yang masih rendah, menggugah mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) UK Petra, Angeline Clareta Hayono, membantu warga untuk inovasi desain dan pemasaran produk.

Bertajuk SHOWlidarity, Angel, sapaan akrabnya, rebranding produk kelompok usaha bersama (KUB) sebagai bagian dari Tugas Akhir (TA) miliknya.

Ia mengubah sepatu kets buatan KUB Maju jaya menjadi sepatu yang bisa di modifikasi dengan pin dan patch yang ia desain.

“Saat saya berkunjung ke sentra UKM dan setelah tiga kali wawancara, saya menemukan bahwa pekerja KUB Mampu Jaya memiliki rasa kebersamaan yang tinggi dan kemauan untuk terus maju dibanding yang lain. Melihat ini, saya merasa terpanggil membantu mereka agar produknya lebih dikenal masyarakat luas," urai Angel.

Menurut mahasiswa semester 8 ini, produk PJ Collection belum memiliki kelebihan berbeda jika dibandingkan brand lainnya.

Angel memulainya dengan kegiatan pelatihan sejak April lalu. “Saya buat patch yang ikonik, seperti big dream yang menggambarkan harapan besar KUB Maju jaya untuk berkembang," ujarnya.

Gambar lain, berupa pelangi untuk menggambarkan optimisme, lalu gambar matahari menggambarkan semangat para pekerja KUB.

"Total ada 12 patch dan 11 pin yang saya desain, semua ada maknanya di setiap kemasan,” lanjutnya.

Pelatihan pada perajin juga terkait value sebuah brand dan menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) yang benar.

“Sepatu ini awalnya mereka jual Rp 50.000. Mereka menentukan harga tanpa mempertimbangkan beragam pengeluaran kecil, seperti bensin. Setelah dianalisa maka ditetapkan harga sepatu ini menjadi Rp 80,000, dengan desain tambahan untuk merekatkan patch,” papar Angel.

Karena pasar yang lebih luas, ia menuntut produksi yang lebih rapi, sisa-sisa lem dan jahitan yang tidak rapi harus diperbaiki.

"Saat ini penjualan masih bagi hasil dengan patch yang saya buat. Naninya desain patch dan desain logo PJ collection yang baru akan saya serahkan pada mereka,” pungkasnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved