Pemerintah China Sumbang Buku dan Komputer untuk 10 Pesantren dan Sekolah di Jatim

Pemerintah China melalui Konjen RRC, menyerahkan bantuan berupa buku dan komputer untuk beberapa sekolah di Jatim.

Pemerintah China Sumbang Buku dan Komputer untuk 10 Pesantren dan Sekolah di Jatim
Surabaya.tribunnews.com/Achmad Zaimul Haq
Konsul Jenderal Republik Rakyat Cina (RRC) di Surabaya Gu Jingqi (keempat kiri) berbincang dengan pelajar disela pemberian bantuan buku di halaman Masjid Cheng Hoo, Surabaya, Rabu (24/5). Konjen RRC memberikan bantuan 7.000 buku dan dua unit komputer yang akan disumbangkan kepada 10 sekolah dan pesantren di Jawa Timur sebagai bentuk jalinan persahabatan antara Cina dengan Indonesia. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Sarana pendidikan seperti ketersediaan buku di perpustakan turut menarik perhatian konsulat jendral Republik Rakyat Tiongkok di Surabaya, Gu Jingqi.

Untuk itu, sebanyak 10 pesantren di bawah naungan PW Muhammadiyah, PW NU dan yayasan Cheng Hoo Surabaya diberikannya bantuan berupa buku beserta raknya, dan komputer.

Humas MI Salafiyah Baha'uddin, Muhammad Sholichin mengungkapkan, di sekolahnya terdapat 345 siswa dan satu perpustakaan. Meskipun pelayanan perpustakaannya terbilang rutin, namun untuk koleksi memang membutuhkan pembaruan.

“Kami senang bisa dapat bantuan buku dan komputer, kalau rak sudah dikirim ke sekolah kami,” jelasnya pada SURYA.co.id di sela pemberian bantuan perpustakaan Cheng Hoo ke-4 di lapangan masjid Cheng Hoo Surabaya, Rabu (24/5/2017).

Wakil ketua Pimpinan Wilayah NU Jatim, KH Siddiq Abdurrahman menjelaskan hubungan yang terjalin antara RRT dan Indonesia menjadi suatu relasi yang saling menguntungkan. Dengan berbagai bantuan yang diberikan, menunjukkan Tiongkok membangun hubungan bilateral yang baik dengan peduli bangsa Indonesia.

“Kuncinya memang di buku dalam pengembangan ilmu, sebenarnya di Jatim ada 6700 pesantren yang memiliki pendidikan formal. Hanya saja bantuannya masih terbatas meminta pada kami 5 pesantren,” lanjutnya.

Muhammad Hasan Ubaidillah, Wakil Sekretaris PWNU Jatim menambahkan, lima pesantren itu dipilih karena pertimbangan kebutuhan buku yang mendesak. 

Ia memisalkan, di MAN Zainul Hasan,Probolinggo, ada model percontohan nasional yang membuka kelas Mandarin. Sehingga membutuhkan banyak mendapat pendampingan dari tutor dan Tiongkok dan butuh referensi buku lebih banyak.

“ Ke depan kerjasama berlanjut pada silaturrahmi pada pesantren yang sangat membutuhkan. Kami punya database untuk lembaga pendidikan yang ada di jatim, makanya mereka menggandeng kami juga,” lanjutnya.

Ketua PW Muhammadiyah Jatim, M Saad Ibrahim mengungkapkan hubungan yang dibangun saat ini menunjukkan relasi antar bangsa yang saling berdaampingan. Dengan keterbukaan ini, menurutnya masyarakat muslim di Jatim akan bisa maju bersama menuju peradaban.

“Kegiatan ini membangun persaudaraan dan toleransi terlepas dari segala kepentingan,” lanjutnya.

Dalam pemberian bantuan ini, sejumlah sekolah diawah naungan PWNU, PW Muhmmadiyah dan yayasan Cheng Hoo juga menampilkan pertunjukan khas siswa muslim. Mulai dari kreasi pertunjukan bhasa arab, banjai hingga tarian tradisional degan baju muslimah.

Konjen RRT, Gu Jingqi mengungkapkan tahun ini merupakan kali keempat menyumbangkan buku untuk perpustakaan. Lebih dari 30.000 buku dan 100 komputer telah disumbangkan 4 tahun terakhir ini.

“Kami tadi dapat pesan dari PW Muhammadiyah untuk memperluas jangkauan kami, memang belum semua sekoah di atim bisa kami bantu,” ujarnya.

Penulis: Sulvi Sofiana
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved