Berita Unik

17 Tahun Kehilangan Penis, Pria ini Justru Bingung Setelah Transplantasi Berhasil, Kok?

17 Tahun Kehilangan Organ Kemaluan, Pria ini Akhirnya Miliki Penis Dalam Operasi Transplantasi. Kenapa dia Justru Bingung? Penyebabnya Bikin Ngakak!

Penulis: Musahadah | Editor: Musahadah
mirror
Operasi transplantasi penis yang dilakukan tim dokter Afrika Selatan. 

SURYA.co.id - Mimpi buruk pria ini berakhir usai menerima transplantasi penis dalam operasi yang dilakukan belum lama ini. 

Pria berusia 40 tahun ini kehilangan organ vitalnya setelah disunat tradisional.

Selama 17 tahun dia tak bisa menggunakan organ vitalnya itu, terutama untuk berhubungan seksual. 

Kini, harapannya muncul setelah tim dokter Afrika Selatan berhasil melakukan transplantasi penis untuknya. 

Dalam enam bulan ke depan, pria yang tidak disebutkan namanya ini bisa berhubungan seks dan buang air kecil untuk pertama kalinya dalam tujuh belas tahun.

Hanya saja, masalahnya muncul karena ternyata pendonor penis ini orang kulit putih, sementara sang pria ini berkulit hitam. 

operasi transplantasi penis
operasi transplantasi penis ()

Profesor Andre van der Merwe mengakui hanya memiliki sedikit donor untuk prosedur transplantasi ini. 

"Dia jelas salah satu pasien paling bahagia yang pernah kita lihat di bangsal kita. Dia melakukannya dengan sangat baik. Tidak ada tanda-tanda penolakan dan semua struktur yang terhubung kembali tampaknya bisa sembuh dengan baik," katanya. 

Terkait perbedaan warna antara penis pendonor dengan sang pasien akan diperbaiki dengan tato medis antara enam sampai delapan bulan setelah operasi.

Profesor menambahkan: "Penisnya bekerja dengan baik, dia bisa mendapatkan ereksi. Kapan pun seks muncul, itu tidak akan lagi menjadi masalah," katanya.

Menurut sang profesor, sebelumnya pasien ini sangat depresi bahkan nekat bunuh diri karena kehilangan organ vitalnya.

Operasi transplantasi penis.
Operasi transplantasi penis. (mirror)

Anggota tim Dr Alexander Zuhlke menjelaskan bahwa tato itu bisa diterapkan dalam kasus transplantasi penis - sama seperti puting susu setelah mastektomi, misalnya.

Tapi itu harus dilakukan oleh seorang tato yang mengkhususkan diri pada tato medis dan akan membutuhkan banyak kunjungan.

Di Afrika Selatan, mutilasi penis lebih sering terjadi dibanding bagian dunia lain karena komplikasi dalam upacara ritual.

Dalam budaya pedesaan tertentu di negara ini, ada beberapa kasus penyunatan yang gagal.

Itulah alasan operasi terobosan pertama Prof Merwe dua setengah tahun yang lalu dan operasi transplantasi terakhir memakan waktu sembilan setengah jam. (mirror) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved