Jelang Ramadhan, inilah Operasi yang Akan Digelar Polisi di Jawa Timur

Jelang Ramadhan, polisi di Jawa Timur akan menggelar operasi besar-besaran dengan sandi Pekat alias Penyakit Masyarakat. Begini bentuknya...

kompas.com
ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA - Untuk menekan angka kriminalitas atau penyakit masyarakat (Pekat) terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H, Polda Jatim dan jajarannya menggelar operasi bersandi Pekat Semeru 2017.

Sasaran operasi ini terkait penanggulangan kejahatan premanisme, prostitusi, pornografi, judi, penyelahgunaan narkoba, bahan peledak (Handak) dan miras. Operasi yang dilakukan serentak di seluruh wilayah itu bersifat tertutup yang melibatkan fungsi Reskrim dan fungsi polisi lainnya.

"Jadi sasaran segala bentuk potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata yang bersumber dari premanisme, pornografi judi, narkoba dan miras," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Selasa (23/5/2017).

Personel yang dilibatkan dalam operasi ini adalah 2.801 personel dengan rincian, dari  Polda Jatim sebanyak 240 personel dan Polres jajaran sebanyak 2.561 personel.

"Operasi Pekat Semeru berlangsung selama 12 hari mulai 23 Mei - 3 Juni," paparnya.

Tujuan operasi Pekat Semeru 2017 untuk menyambut bulan suci bulan Ramadhan dan dalam bulan Ramadhan biasanya tingkat kerawanan dan kriminalitas yang terjadi di masyarakat meningkat.

Kriminalitas yang terjadi itu baik di jalan raya maupun tempat tertutup lainnya dengan modus operandi yang semakin beragam, khususnya di kota-kota besar mencapai tahap memprihatinkan.

"Ini memerlukan penanganan yang ekstra baik siang atau malam," tegasnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau agar masyarakat menjadikan polisi pada dirinya sendiri. Artinya, masyarakat bisa mengamankan dirinya dari gangguan Kamtibmas.

"Masyarakat yang meninggalkan rumah saat salat Tarawih agar mengunci rumah atau memarkir kendaraan bermotor di tempat yang aman dan dilengkapi kunci pengaman," terangnya.

Penulis: Anas Miftakhudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved