Breaking News:

Citizen Reporter

Mulai Sekarang Jangan Buang Ampas Kopi Anda karena Ternyata Memiliki Nilai Guna Tinggi

masih menganggap remeh ampas kopi? ah, coba baca dulu yang ini, manfaat lain ampas kopi ternyata sungguh dahsyat ...

kevin nathanael wibowo/citizen reporter
Vania Kurniawan dan ampas kopi 

Reportase Bonaventura Trio Bramantyo
Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya 

INDONESIA masuk ke dalam 10 besar negara penghasil kopi di dunia. Kopi, komoditas bernilai jual tinggi karena kaya rasa dan manfaat. Bagi sebagian orang, menikmati kopi merupakan rutinitas yang tak boleh terlewatkan di pagi hari.

Banyak komunitas pecinta kopi yang memiliki berbagai macam kegiatan bagi anggotanya. Akan tetapi, tak banyak yang menyadari bahwa kopi akan menghasilkan ampas yang sering dibuang begitu saja karena dianggap tak memiliki guna lagi.

Namun bagi Vania Kurniawan, mahasiswi jurusan Teknik Kimia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) ampas kopi justru mengusik kreativitasnya.

Semua tahu bila timbal merupakan logam berat yang dapat mencemari lingkungan. Vania mengubah ampas kopi menjadi biosorben yang dapat menyerap logam berat timbal.

Hal ini ia lakukannya dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh proses aktivasi dengan larutan HCl terhadap karakteristik dan kemampuan adsorpsi biosorben dari ampas kopi.

Bahan dasar yang digunakan cukup sederhana, yakni kopi robusta 50 gram yang diseduh ke dalam 1,5 liter air mendidih. Ampas kopi yang sudah diseduh kemudian diperas dan ditimbang kembali seberat 100 gram.

Kemudian ampas kopi tersebut dicuci dengan aquades hingga filtratnya jernih. Ampas kopi yang sudah dicuci kemudian dimasukkan ke dalam oven.

Usai di oven kemudian ampas kopi di ayak untuk penyeragaman ukuran untuk kemudian dikarbonisasi dengan variasi suhu menggunakan tube furnace menghasilkan karbon ampas kopi.

Seusai dikarbonisasi selama tiga jam, karbon ampas kopi diaktivasi menggunakan larutan asam klorida dengan variasi konsentrasi selama 24 jam.

Proses terakhir ialah pencucian biosorben ampas kopi menggunakan aquades hingga PH nya mencapai lima dan selanjutnya di oven kembali hingga kering selama tiga jam. Biosorben dari ampas kopi yang sudah jadi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyerap berbagai jenis logam berat seperti timbal.

Meski proses pembuatan biosorben dari ampas kopi relatif lama, namun mahasiswi kelahiran Semarang tersebut tak putus asa mencoba. Ia berusaha terbaik untuk skripsinya.

Berangkat pagi ke kampus hingga pulang larut malam menjadi rutinitas yang dilaluinya selama proses praktikum berlangsung. Kurang lebih tiga bulan, dari proses skripsi yang ia jalani, Vania berharap ke depannya ampas kopi tak lagi menjadi barang buangan, akan tetapi bisa dimanfaatkan kembali menjadi sampah bernilai guna tinggi.

“Semoga pemanfaatan ampas kopi dapat lebih maksimal lagi," harap mantan bendahara Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik tersebut.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved